mahkota555

LIRA Mojokerto Bantu Korban Penipuan Berkedok Pinjam Sertifikat

LIRA Mojokerto Bantu Korban Penipuan Berkedok Pinjam Sertifikat
Pengurus dan Anggota LIRA Mojokerto Saat Foto dengan Korban Penipuan

Majalahglobal.com, Mojokerto – Sejak dipimpin Mukhammad Arif, S.H. DPD LIRA Mojokerto Raya semakin menunjukan kemajuan yang luar biasa di Mojokerto. Hal ini terbukti banyak keluhan masyarakat yang meminta bantuan kepada lembaga tersebut dan semuanya berhasil.

 

Terbukti dalam satu Minggu ini sudah didatangi dua orang janda yang mengeluh ditipu oleh temanya sendiri, penipuan tersebut terkait dengan hutang piutang yang berkedok pinjam sertifikat.

 

Pertama WYJanda umur 42 tahun yang berdomisili di Dusun Sukodono Desa Canggu Kecamatan Jetis dan yang kedua MN janda umur 52 tahun alamat Desa Ngabar Kecamatan Jetis juga ditipu pinjam Sertifikat.

 

Imam Mahfudi selaku pembina bidang isu strategi DPD LIRA Mojokerto Raya membenarkan adanya aduan dari masyarakat tersebut.

 

“Kedua orang tersebut mengadu ditipu dengan dalih pinjam Sertifikat dan surat aduan tersebut sudah saya laporkan ke Bupati LIRA Mojokerto,” jelas Imam Mahfudi, Minggu (15/1/2023.

 

Sementara itu, Bupati LIRA Mojokerto, Mukhammad Arif juga menceritakan kalau sekarang teman-teman anggota LIRA mulai sibuk melayani aduan masyarakat yang meminta bantuannya.

 

“Jaman sekarang sulit memang perekonomian setelah adanya virus Corona banyak orang sulit perekonomiannya, sehingga macam-macam orang melakukan kesalahan walaupun itu temannya sendiri. Saya dapat apresiasi positif dari teman-teman LIRA Jawa Timur kalau LIRA Mojokerto sudah sangat mewarnai dan dikenal oleh masyarakat Mojokerto,” jelas Arif.

 

Lebih lanjut dikatakannya, memang tidak mudah mengurusi organisasi, satu sisi kita dieluh-eluhkan baik dan disisi lain ada orang yang ingin menjatuhkan.

 

“Buktinya sudah ada sekarang dan masih dalam proses penyelidikan di Polres Mojokerto. Saya sendiri sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Mojokerto yang didampingi Pengacara saya Mas Sakti. Dia orangnya masih muda dan sangat tegas,” ungkap Arif.

 

Lebih jauh dikatakannya, memang dalam organisasi harus tegas karena didalam tubuh LIRA ada beberapa karakter orang dan ia menegaskan harus satu komando.

 

“Dalam artian sakit satu sakit semua dan senang satu harus senang semua serta dalam setiap kegiatan harus ada laporan dulu, sebelum saya bertanya dan semua anggota saya sudah sangat memahami,” tutup Bupati LIRA Mojokerto yang juga menjabat Kades Pugeran ini. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *