MOJOKERTO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Mojokerto audiensi dengan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Rabu (19/5/2021) di Rumah Dinas Pringgitan Pemkab Mojokerto, Jalan A.Yani Nomor 16 Mojokerto.
Ketua DPC PAPDESI Kabupaten Mojokerto Juriyanto Bambang mengatakan, PAPDESI adalah organisasi yang menaungi Asosiasi Kepala Desa (AKD) dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Hal ini karena kami belajar dari pengalaman, agar saat Pilkada ataupun Pilpres kita bisa solid ke satu suara.
“Visi misi kita mengawal dan mendampingi program visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Pada tanggal 5 dan 6 Juni 2021, kita ada rakerda PAPDESI. Semoga Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto berkenan datang untuk membuka rakerda PAPDESI Mojokerto yang pertama kalinya. Disamping itu, saat acara Rakerda nanti kita bekerjasama dengan BRI untuk mendukung keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa di Kabupaten Mojokerto, ” pinta Ketua PAPDESI Kabupaten Mojokerto yang merupakan Kepala Desa Duyung.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk rakerda nanti, memang setiap kecamatan sudah kami kotak-kotak. Sehingga data-data dari hasil rakerda tersebut bisa kami sampaikan ke Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.
“Saya berharap bantuan keuangan (BK) Desa tidak harus untuk infrastrukur, namun sesuai potensi dan kebutuhan desa tersebut. Misalnya Trawas dan Pacet yang merupakan kawasan wisata, maka ya bantuan keuangan desanya untuk wisata saja. Kemudian, kalau Mojoanyar itu kan kawasan pertanian, maka ya bantuan keuangan desanya ya untuk pertanian saja misalnya untuk lumbung padi atau hal lainnya,” ujarnya.
Masih kata Juriyanto, PAPDESI ini sudah punya struktur organisasi Pusat maupun Provinsi. Dan saat ini kami sedang mengajukan uji materi agar jabatan Kepala Desa itu 8 tahun dan maksimal 2 periode. Selain itu kami juga berupaya agar Kepala Desa incumbent tidak perlu mengikuti skoring saat mencalonkan diri lagi menjadi Kepala Desa.
“Jadi kami bergerak bersama untuk kemajuan kita bersama. Tidak ada maksud untuk menyaingi organisasi manapun,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PAPDESI Kabupaten Mojokerto Anton Fatkhurohman, ST mengatakan, jadi PAPDESI Kabupaten Mojokerto ini sudah membentuk Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK). Untuk saat ini yang sudah terbentuk DPKnya adalah Kecamatan Ngoro, Pungging, Puri dan Trawas.
“Insha Allah nanti sebelum rakerda, sudah terbentuk DPK di semua kecamatan. Dalam satu DPK beranggotakan 10 orang. Ada yang Kades ketuanya, ada yang Sekdes ketuanya, bahkan kaur juga ada yang jadi Ketua. Jadi tidak selalu kades yang menjadi Ketua DPK. Kemudian terkait Pilkades serentak di tahun 2022. Kami berharap PAPDESI diajak untuk berdiskusi bagaimana aturan main di dalam pilkades serentak tahun 2022 nanti,” tandas Sekretaris DPC PAPDESI Kabupaten Mojokerto yang merupakan Kepala Desa Bangsal.
Kemudian, di sesi diskusi selanjutnya, Kepala Desa Mlaten Dwi Siswarini mengatakan jika saat ini ada 32 kepala desa wanita Wojokerto yang tergabung dalam Srikandi Mojopahit.
“Srikandi Mojopahit juga ingin selalu terlibat dalam pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Dan semoga dalam waktu dekat Srikandi Mojopahit bisa beraudiensi dengan Ibu Ikfina selaku Bupati Mojokerto,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan, hasil dari Rakerda PAPDESI nanti bisa menjadi pijakan kami untuk membawa Kabupaten Mojokerto agar lebih Maju, Adil dan Makmur.
“Untuk usulan Pak Ketua PAPDESI tadi bagus ya. Akan kita support BK Desa agar digunakan sesuai dengan potensi dan kebutuhan dari desa tersebut. Tidak boleh harus selalu untuk infrastrukur. Kemudian terkait Rakerda PAPDESI, monggo dilayangkan dulu suratnya agar kami segera bisa memploting waktu untuk membuka Rakerda PAPDESI. Saya doakan semoga uji materi jabatan Kades 8 tahun 2 periode bisa diterima oleh Mahkamah Konstitusi. Untuk Srikandi Mojopahit silahkan dilayangkan suratnya agar Ibu Bupati bisa meluangkan waktunya,” terang Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra. (jay)
