Batang Hari, majalahglobal.com – Aktivitas Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) yang diduga menggunakan mesin dompeng membuat Kekhawatiran masyarakat Desa Olak Kemang kecamatan Maro Sebo Ulu kabupaten Batang Hari, disinyalir telah menyebabkan kerusakan pada akses jalan setapak di wilayah tersebut.
Jalan yang kini terlihat retak dan miring diduga kuat akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung secara diam-diam, Ungkapan tersebut disampaikan oleh warga sekitar kepada media ini pada Sabtu.(25/04/2026).
Berdasarkan Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa para pelaku PETI diduga beroperasi pada malam hari di sekitar lokasi jalan tersebut. Sementara pada siang hari, mereka bekerja di lokasi lain yang jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), guna menghindari perhatian dan kecurigaan masyarakat.
“Kalau malam mereka beraktivitas di dekat jalan ini, tapi siang harinya tidak terlihat di sini. Sepertinya mereka sengaja berpindah tempat agar tidak ketahuan,” ungkap salah satu warga.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin sulit mengawasi aktivitas ilegal tersebut, ia meminta Aparat Penegak Hukum agar turun ke lokasi untuk pengecekan dan penindakan tegas.
“Kami sangat penyayangkan aktivitas penambangan Emas ilegal yang merusak jalan setapak tersebut, ini pasilitas umum seharusnya dijaga bukan dirusak demi kepentingan pribadi,” Sebutnya warga
Kepala Desa Olak Kemang yang sebelumnya telah turun langsung ke lokasi menyatakan keprihatinannya atas situasi ini. Pemerintah desa berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak berwenang guna menindaklanjuti laporan masyarakat serta menertibkan aktivitas PETI yang meresahkan.
Warga juga berharap aparat penegak hukum dapat melakukan patroli rutin, khususnya pada malam hari, agar aktivitas ilegal tersebut dapat dihentikan dan kerusakan tidak semakin meluas. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perbaikan segera terhadap jalan yang rusak diduga diakibatkan oleh PETI tersebut. (Wan)
