5 Tahun Lagi, Taman Ghanjaran Mojokerto Punya Gedung Serbaguna dan Cottage

5 Tahun Lagi, Taman Ghanjaran Mojokerto Punya Gedung Serbaguna dan Cottage
5 Tahun Lagi, Taman Ghanjaran Mojokerto Punya Gedung Serbaguna dan Cottage

MOJOKERTO – Taman Ghanjaran Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto mempunyai magnet kenyamanan bagi wisatawan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Ketapanrame H. Zainul Arifin, S.E saat diwawancarai media ini, Minggu (16/5/2021) di Taman Ghanjaran.

“Jadi, Taman Ghanjaran ini telah dilengkapi 12 wahana, puluhan pujasera dan kolam renang untuk orang dewasa maupun anak-anak. Untuk tiket masuk ke wahana bervariasi ya, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu. Kalau kolam renang Rp. 10 ribu. Kalau hanya sekedar ke taman saja ya gratis,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, total luas Taman Ghanjaran adalah 3 hektar. Saat ini baru terbangun 2 hektar. Targetnya, 5 tahun lagi, 1 hektar tanah yang belum terbangun tersebut kami jadikan Gedung Serbaguna dan Cottage.

“Perlu diketahui, untuk sistem bagi hasil disini bervariasi ya. Contohnya seperti parkir, 30% untuk pendapatan Desa dan 70% untuk karang taruna. Sementara untuk wahananya 10% untuk pendapatan desa dan 90% untuk pemilik investasi. Jadi, warga Ketapanrame bisa menanam saham disini maksimal 10 saham. Per sahamnya harganya Rp 1 Juta. Saat ini sudah ada 444 Kartu Keluarga yang membeli saham disini. Total ada 3800 saham yang telah terjual ke Warga Ketapanrame. Dalam satu bulan, keuntungan per satu saham antara Rp. 40 Ribu – Rp. 70 Ribu. Kalau pas ramai bisa mencapai ratusan ribu,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Taman Ghanjaran, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengapresiasi keberadaan wisata Taman Ghanjaran yang dikelola Desa melalui BUMDesa. Saat ini Taman Ghanjaran sudah menjadi ikon wisata di Trawas.

“Total ada 800 Kepala Keluarga yang ikut serta dalam kemajuan Taman Ghanjaran, baik sebagai pelaku langsung maupun sebagai investor lokal melalui keikutsertaan saham untuk modal usaha BUMDesa. Hal ini tentunya dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka meningkatkan perekonomian dan penghasilan masyarakat Desa. Saya berharap agar desa-desa yang memiliki beragam potensi dapat digali dan dikembangkan lagi,” terangnya.

Kemudian, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat kunjungannya ke Taman Ghanjaran mengatakan agar Protokol Kesehatan tetap ditingkatkan dan volume pengunjung hanya di perkenankan 50% dari kapasitas yang ada.

“Jika pengunjung meningkat, tetap berlakukan buka tutup setiap dua jam sekali seperti yang saat ini sudah dilakukan,” tandasnya. (jay)

Exit mobile version