mahkota555

Pelayanan Dapur Flamboyan Mojokerto Mengecewakan

Pelayanan Dapur Flamboyan Mojokerto Mengecewakan
Pelayanan Dapur Flamboyan Mojokerto Mengecewakan

MOJOKERTO – Pelayanan Kasir dan Koki Dapur Flamboyan Mojokerto sangat mengecewakan. Hal ini terbukti dengan adanya kejadian yang kurang menyenangkan yang terjadi pada korban berinisial NR (24) saat membeli lele bakar pada hari Jumat (7/5/2021) di Dapur Flamboyan Mojokerto, Jalan Jayanegara Nomor 4, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

“Waktu itu saya pesan lele bakar, karena saat itu saya sedang sakit tenggorokan dan menghindari makanan yang digoreng. Saya kira yang namanya lele bakar ya dibakar langsung, bukan digoreng dulu baru dibakar. Eh, pas lele bakarnya datang kok rasanya kayak lele digoreng. Akhirnya saya komplain dengan baik-baik ke kasir tapi bagian koki malah ikut menjawab kalau tidak mau makan lele yang digoreng dulu baru dibakar ya makan ikan mentah saja,” ujar NR.

Lebih lanjut dikatakannya, harusnya kan pihak Dapur Flamboyan ini bilang kalau proses lele bakar disini itu digoreng dulu baru dibakar. Atau minimal tertulis di menu makanannya. Biar tenggorokan saya tidak sakit lagi seperti sekarang.

“Sampai akhirnya, suami saya datang dan hanya mau bayar minuman saya saja, karena lele bakar yang saya pesan tidak sesuai ekspektasi saya. Awalnya pihak kasir ini menolak, bilangnya harus tetap membayar lele bakar pesanan saya, namun setelah suami saya menunjukkan kartu wartawan, pihak kasir akhirnya mengiyakan silahkan membayar minuman saya saja,” tuturnya.

Selang satu jam setelah kejadian, media ini mencoba menemui Manager Dapur Flamboyan Mojokerto yang berinisial R. Saat diwawancarai media ini, Manager Dapur Flamboyan Mojokerto menyampaikan permohonan maaf atas sikap yang tidak menyenangkan beberapa karyawan kami.

“Kejadian ini akan menjadi pelajaran untuk kami dalam kedepannya. Soalnya kalau orang Mojokerto kebanyakan ya tau mas, kalau lele bakar disini maupun di resto-resto Mojokerto itu kebanyakan digoreng dulu lelenya baru dibakar. Kalau di daerah pantai baru tanpa digoreng. Kemudian terkait ucapan koki saya, ya saya tidak tau pastinya, karena tidak ada yang merekam saat kejadian, yang jelas disini proses pemesanannya masih pakai cara manual mas, kasirnya harus teriak-teriak ke koki jika ada pesanan,” kilahnya. (jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *