HOME // Berita Surabaya // Uncategorized

TMMD ke-106 di Jawa Timur, Secercah Harapan Bagi Desa – Desa Terpecil

   Pada: November 4, 2019

SURABAYA,-  Kabupaten Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Ponorogo
dan Jombang  merupakan lima daerah yang yang dijadikan  sasaran
pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 tahun
2019 di Jawa Timur.

,

             Penentuan lima daerah itu, merupakan hasil pertimbangan
antara pihak TNI-AD, khususnya Kodam V/Brawijaya dengan Pemprov Jatim,
beberapa waktu lalu.

             Bahkan, sebelum dinyatakan resmi menjadi lokasi sasaran
pelaksanaan TMMD, masing-masing pihak dari Kodam dan Pemprov pun,
melakukan peninjauan terlebih dahulu.

             Dalam penilaian tersebut, terdapat beberapa kriteria penting
sebelum masing-masing desa dari setiap wilayah, dinyatakan layak menjadi
lokasi pelaksanaan TMMD ke-106  di Jawa Timur.

             Disampaikan Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm
Imam Haryadi salah satunya  Desa Kedungsalam yang berlokasi di Kabupaten
Malang, beberapa Desa lainnya pun dinilai layak untuk dijadikan sasaran
pelaksanaan program TMMD saat ini. Termasuk diantaranya Desa Kupang
Jabon, Sidoarjo, Desa Jatiarjo, Kabupaten Pasuruan, Desa Sooko,
Kabupaten Ponorogo, dan Desa Galengdowo, Kabupaten Jombang.

             Mantan Wakil Asisten Intelijen Kasdam V/Brawijaya itu
menyebut jika lima Desa itu, saat ini telah mengalami perubahan yang
cukup pesat. Pasalnya, berbagai insfrastruktur umum, mulai berdiri
kokoh.  “Lima Desa itu, merupakan daerah terisolir,” ujar Kolonel
Imam.

             Selain pembangunan jalan, kata Imam, beberapa insfrastruktur
umum pun mulai bisa dinikmati oleh masyarakat di lokasi TMMD, beberapa
diantaranya ialah keberadaan pembangunan saluran irigasi, RTLH,
pengaspalan jalan hingga keberadaan tempat mandi, cuci dan kakus atau
MCK.

             “Hasil pembangunan itu diserahkan langsung ke masyarakat
melalui Kepala Desa. Jadi, TMMD itu dari rakyat, dan untuk rakyat,”
bebernya.

             Asmuni (42), salah satu petani di Desa Kedungsalam,
Kabupaten Malang, Jawa Timur mengakui jika keberadaan program TMMD,
mampu membawa perkembangan yang cukup pesat di desanya.

             Bahkan, kata dia, selama berada di lokasi TMMD ke-106 ,
Satgas pun tak segan-segan untuk membantu berbagai kesulitan masyarakat.
Salah satunya ialah keberadaan saluran air atau irigasi yang sebelumnya
mengalami kerusakan yang cukup parah.

             “Itu satu-satunya irigasi yang dimiliki oleh warga desa
disini. Sebelumnya, mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya.

             Tak membutuhkan waktu lama, Asmuni menuturkan jika saluran
irigasi tersebut, sudah mulai bisa digunakan oleh masyarakat Kedungsalam
yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

             “Kondisi sekarang sudah cukup bagus , irigasi yang
dibangun tersebut cukup kuat dan bagus pengerjaannya  ,” tandasnya.

             Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim / 0818 Kabupaten
Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad menyatakan  dirinya sangat
mengapresiasi kinerja personelnya. Bukan hanya pembangunan saluran
pengairan saja, akan tetapi, beberapa pembangunan fasilitas umum di desa
tersebut, mampu diselesaikan dengan batas waktu yang sudah ditentukan.
“Alhamdulillah, itu juga berkat sinergitas dan dukungan dari semua
pihak, termasuk masyarakat setempat yang secara sukarela membantu, ”
Tegas  Letkol Inf Ferry Muzawwad    .

             Keberadaan program TMMD tak hanya membawa perkembangan bagi
masyarakat di Desa Kedungsalam saja. Warga Desa Jatiarjo, Kabupaten
Pasuruan pun merasakan manfaat adanya program TMMD saat ini.

             Keberadaan pembangunan jembatan berukuran 3×4 meter di desa
itu, ternyata mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Bahkan selama
berlangsungnya pembangunan jembatan itu, warga tanpa rasa pamrih
membantu para personel Satgas di bawah kendali Dan Satgas Letkol Arh H.
Burhan Fajari Arfian tersebut.

             Kasim (31) menuturkan jika selama berlangsungnya pembangunan
jembatan itu, banyak warga yang ikut terjun langsung bersama para
satgas. Sebab, keberadaan jembatan itu dinilai sangat penting guna
mendongkrak roda perekonomian warga di desanya. “Jembatan tersebut
merupakan  akses utama penghubung antar yang sangat kami butuhkan,”
ujar Kasim.

             Terpisah, Dansatgas TMMD ke-106 Kodim /0819 Pasuruan, Letkol
Burhan Fajari Arfian menjelaskan jika keberadaan Satgas TMMD, bukan
hanya bertujuan untuk menyelesaikan berbagai pembangunan insfrastruktur
saja.

              Namun sebelumnya, dirinya  telah menginstruksikan para
personelnya agar dapat mewujudkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
“Itu sudah dibuktikan ketika proses TMMD berjalan. Sebelumnya, kami
mengimbau para personel agar dapat mewujudkan Kemanunggalan, terlebih
menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri warga di
lokasi TMMD. Sebab, patriotisme dan nasionalisme, merupakan warisan para
leluhur bangsa Indonesia,” ungkapnya.

             Bukan hanya program fisik , TMMD  ke-106 di Jawa Timur juga
menyasar program non fisik. Dijelaskan Kapendam V/Brawijaya Kolonel Arm
Imam Haryadi  program non fisik antara lain berbagai diberikan berupa
materi penyuluhan atau pembekalan yang ditujukan bagi masyarakat di
lokasi TMMD. Bahkan, berbagai narasumber dari setiap institusi pun turut
dihadirkan oleh pihak Satgas.

             “Penyuluhan itu, meliputi sosialisasi kesehatan,
pendidikan, pelatihan kerja, penyuluhan pertanian hingga sosialisasi
hukum dan bahaya narkotika,” tandas Kolonel Imam.

             Berbagai penyuluhan tersebut, imbuh Kapendam, dinilai mampu
membentuk karakter dan mental masyarakat yang berada di daerah
terisolir. Selain itu  agar menjadi bekal  menghadapi perkembangan
informasi dan teknologi, khususnya revolusi industry 4.0.

             “Pembekalan itu, ditujukan untuk merubah mindset
masyarakat di desa terpencil, agar mampu bersaing dengan kemajuan
teknologi seperti saat ini,” ungkapnya.

             Untuk diketahui, program TMMD 106 sebelumnya telah dibuka
oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Lapangan Kecamatan
Jabon, Sidoarjo, Rabu (2/10) . Setelah dilaksanakan selama satu bulan,
tepatnya tanggal  31 Oktober 2019 Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI
R. Wisnoe Prasetja Boedi memimpin upacara penutupan TMMD ke-106 yang
digelar di Desa Sooko, Kabupaten Ponorogo. (Jayak)





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.