Majalahglobal.com, Ngawi – Rantai Nilai Padi merupakan rangkaian dari perjalanan komoditas padi mulai dari kegiatan pasca panen sampai dengan komoditas tersebut bisa dinikmati oleh konsumen.
Program kegiatan dari Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) tujuannya adalah memberikan fasilitasi kepada pelaku utama sekaligus pelaku usaha.
“Agar dalam melakukan kegiatan usaha tani tidak hanya melakukan kegiatan di on farm tetapi diharapkan melakukan usaha off farm atau kegiatan pasca panen sampai dengan pemasarannya,” kata Kabid Penyuluh DKPP Ngawi Hastanina Harimurti, Senin (31/10/2022).
“Tentu dari tujuan itu diharapkan pendapatan petani dapat ditingkatkan, tidak hanya dengan meningkatkan produksi akan tetapi juga dengan menguasai hulu sampai hilir,” katanya menambahkan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan September 2022 itu diikuit 10 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Ngawi, Paron, Geneng, Gerih, Kendal, Kedunggalar, Widodaren, Mantingan, Ngrambe dan Karanganyar.
“Kegiatan IPDMP untuk 10 kecamatan itu juga berfokus pada peningkatkan nilai produk dengan melakukan pengolahan atau kegiatan pasca panen dan memperpendek rantai pemasaran. Ini juga merupakan Fasilitasi Rantai Nilai Lanjutan atau Temu Usaha tingkat kecamatan,” ujar Hastanina.
“Untuk hal tersebut perlu dibentuk korporasi petani, yang bertujuan membeli hasil panen para petani dengan harga yang lebih tinggi dibanding tengkulak. Korporasi akan menampung semua hasil panen para petani, sehingga petani tenang tidak lagi bingung dalam menjual hasil panennya,” tandasnya.
Diketahui korporasi dari kegiatan IPDMIP telah berdiri juga dalam bentuk koperasi. Seperti yang ada di wilayah kecamatan Gerih dengan nama Koperasi Gerih Makmur Sejahtera atau Gemas.
Dalam kegiatan temu usaha kecamatan dihadirkan narasumber dari perbankan untuk akses keuangan untuk permodalan dan dihadirkan pula praktisi pelaku agribisnis sebagai inspirasi bagi peserta untuk melaksanakan kegiatan pasca panen dan hasil pengolahan. (Heru)










