LUMAJANG – Ahad pagi, 1 November 2026, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, mendadak meriah. Sejak pukul 07.00 WIB, jalanan desa dipenuhi lautan santri berbaju putih, bersarung, berpeci, dan sebagian mengenakan kostum kreasi bernuansa islami.
Itulah *Pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional 2026* yang diselenggarakan oleh Masjid Baiturrahmah Klanting, sebuah agenda tahunan yang tahun ini terasa lebih besar dan lebih kompak.
Pawai dimulai dari satu titik yang cukup unik dan penuh makna kebersamaan: *Padepokan PSHT Klanting*, dan berakhir dengan penuh khidmat di *Masjid Baiturrahmah Klanting.*
Yang membuat pawai ini istimewa adalah pesertanya yang lengkap dari semua jenjang pendidikan yang ada di Klanting. Tidak hanya santri pondok saja.
Mulai dari yang paling kecil dari *PAUD dan TK* yang digandeng gurunya dengan lucu, *MI, MTs, MA, hingga Pondok Pesantren* semua turun ke jalan. Mereka berjalan beriringan, bersholawat, membawa poster bertuliskan “Mondok Itu Keren! Santri Hebat, Indonesia Kuat!” dan bendera Hari Santri.
Mengusung semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa santri tidak eksklusif, tetapi inklusif dan membaur dengan masyarakat.
“Ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini adalah syiar Islam. Kami ingin menunjukkan bahwa santri itu ada, santri itu dekat dengan masyarakat, dan santri itu siap menjaga NKRI,” ujar salah seorang panitia di sela-sela pawai.
*Tidak Hanya Pawai, Ada Beasiswa untuk Santri*
Jika tahun-tahun sebelumnya hanya pawai, tahun 2026 ini Masjid Baiturrahmah Klanting memberikan kejutan yang lebih berkah.
Di akhir pawai, di halaman Masjid Baiturrahmah, panitia menggelar agenda *penyerahan Beasiswa Pendidikan kepada Santri.*
Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendidikan para santri, terutama santri yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi. Tepuk tangan pun pecah saat nama-nama santri penerima beasiswa dipanggil ke depan.
*Kepala MA Khomsani Nur Klanting: Semoga Tahun Depan Lebih Meriah*
Kepala MA Khomsani Nur Klanting yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan Pawai Ta’aruf tahun ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, bukan hanya sebagai bentuk peringatan Hari Santri, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarlembaga pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap sinergi yang sudah terbangun antara PAUD, TK, MI, MTs, MA, Pondok Pesantren, dan Masjid Baiturrahmah ini terus terjaga.
“Semoga pada tahun berikutnya kegiatan ini dapat diselenggarakan dengan lebih baik, lebih meriah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” harapnya.
Melalui kegiatan Pawai Ta’aruf ini, peringatan Hari Santri di Klanting Sukodono tidak berhenti menjadi kegiatan seremonial tahunan saja. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat kolektif akan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, membangun akhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan desa.
Dari Padepokan PSHT yang identik dengan persaudaraan, menuju Masjid Baiturrahmah sebagai pusat ibadah, rute pawai ini seolah menjadi simbol: dari kekuatan fisik dan persaudaraan, menuju kekuatan spiritual.
Mondok Itu Keren! Santri Hebat, Indonesia Kuat! (Nur)










