mahkota555

Komitmen Kesiapsiagaan Diapresiasi, Lapas Kelas IIA Kalianda Terima Piagam Penghargaan dari Damkar Lampung Selatan

Komitmen Kesiapsiagaan Diapresiasi, Lapas Kelas IIA Kalianda Terima Piagam Penghargaan dari Damkar Lampung Selatan

KALIANDA, majalahglobal.com – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko kebakaran mendapat apresiasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan.
Apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Lapas Kelas IIA Kalianda, yang berlangsung di Lapangan Blok Hunian Lapas Kelas IIA Kalianda, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, S.Sos., kepada Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan keterlibatan Lapas Kalianda dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran serta kondisi darurat di lingkungan pemasyarakatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, pelatihan hingga simulasi penanggulangan kebakaran yang melibatkan jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kalapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi motivasi untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan seluruh jajaran memiliki pemahaman serta kemampuan yang tepat dalam menghadapi setiap potensi keadaan darurat,” ujar Badarudin.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan dan tidak boleh hanya dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya kerja. Setiap petugas harus memahami apa yang harus dilakukan, bagaimana bertindak secara cepat dan tepat, serta bagaimana meminimalkan risiko ketika terjadi keadaan darurat. Karena itu, latihan dan simulasi secara berkala menjadi bagian penting yang akan terus kami lakukan,” tegasnya.

Badarudin juga menilai sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan memiliki peran penting dalam memperkuat kemampuan penanganan keadaan darurat di lingkungan Lapas.

Menurutnya, kolaborasi melalui edukasi, pelatihan dan simulasi memberikan pengalaman sekaligus pemahaman teknis kepada petugas maupun WBP mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi potensi kebakaran.
“Sinergi dengan Damkar sangat penting bagi kami. Melalui kolaborasi dan latihan bersama, kami dapat terus mengevaluasi kesiapan personel, memahami prosedur penanganan yang tepat, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib dan tanggap terhadap kondisi darurat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, mengapresiasi keseriusan Lapas Kelas IIA Kalianda dalam membangun kesiapsiagaan dan mitigasi kebakaran di lingkungan pemasyarakatan.

Pemberian piagam penghargaan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Lapas Kalianda untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi risiko kebakaran dan berbagai kondisi darurat lainnya.
Bagi Lapas Kelas IIA Kalianda, penghargaan tersebut sekaligus menjadi penguat komitmen untuk menjaga sinergi dengan berbagai pihak, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan.

Melalui kolaborasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara konsisten, Lapas Kalianda berupaya memastikan setiap potensi keadaan darurat dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat serta terukur.
Sebab, kesiapsiagaan bukan sekadar dilatih ketika dibutuhkan, tetapi harus dibangun, dijaga dan menjadi bagian dari budaya keselamatan bersama.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *