Berantas Putus Sekolah, Rutan Kelas IIB Kotabumi Gandeng SMAN 1 Kotabumi Gelar Layanan SMA Terbuka
KOTABUMI, majalahglobal.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak dasar warga binaan, khususnya hak memperoleh pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rutan Kelas IIB Kotabumi dengan SMA Negeri 1 Kotabumi dalam penyelenggaraan Program SMA Terbuka, Senin (7/9/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk membuka kembali akses pendidikan formal bagi warga binaan usia sekolah yang sebelumnya terputus dari bangku pendidikan.
Sebanyak tujuh warga binaan kini resmi terdaftar sebagai peserta didik SMA Terbuka. Mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara formal meski masih menjalani pembinaan di dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi.
Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi, Jul Herry Siburian, menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan.
“Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen nyata untuk memastikan hak pendidikan warga binaan tetap terpenuhi. Kami sangat mengapresiasi dukungan seluruh pihak, khususnya Bapak Gubernur dan Kepala SMAN 1 Kotabumi, Ibu Media Sari Putri, yang telah membuka ruang dan memberikan kesempatan kepada warga binaan usia sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan formal.”tandas Karutan Kelas IIB Kotabumi.
Menurut Jul Herry, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kembali kepercayaan diri dan mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami berharap tujuh warga binaan ini dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh hingga menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah. Ijazah bukan hanya selembar dokumen, tetapi dapat menjadi modal penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, dan membangun kembali masa depan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rutan Kelas IIB Kotabumi akan terus mendorong program-program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di Rutan tidak menjadi masa yang terbuang. Justru harus menjadi momentum untuk berubah, belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik. Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam proses tersebut,” kata Jul Herry.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus diberikan secara adil kepada setiap anak bangsa, termasuk mereka yang saat ini sedang menjalani proses pembinaan di Rutan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama ini. Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa tanpa terkecuali. Kondisi dan latar belakang seseorang tidak boleh menjadi penghalang untuk mendapatkan kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.”tegas Kepala Sekolah SMAN 1 Kotabumi.
Media Sari Putri menegaskan, SMAN 1 Kotabumi siap memberikan pendampingan dalam pelaksanaan pembelajaran agar para peserta didik SMA Terbuka tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
“Kami akan berupaya memberikan pendampingan pembelajaran secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, para siswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik, menyelesaikan jenjang pendidikan mereka, dan memiliki bekal yang cukup untuk melanjutkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ungkapnya.
Kerja sama antara Rutan Kelas IIB Kotabumi dan SMAN 1 Kotabumi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah semakin tingginya angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Utara.
Lebih dari sekadar program pendidikan, kehadiran SMA Terbuka di lingkungan Rutan menjadi pesan bahwa kesempatan untuk belajar dan memperbaiki masa depan tetap terbuka bagi setiap orang.
Melalui sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan, tujuh warga binaan tersebut kini memiliki kesempatan untuk kembali menatap masa depan dengan bekal pendidikan formal.
Dinding jeruji mungkin membatasi ruang gerak, namun tidak seharusnya membatasi kesempatan untuk belajar, berubah, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Oleh: Andi Raya
081272255678










