Majalahglobal.com, Mojokerto – GOR Wijaya Kusuma di Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dipadati ratusan karateka, Minggu (6/9/2026). Mereka mengikuti kegiatan Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk yang digelar Karate Do TAKO Kabupaten Mojokerto.

Sebanyak 168 atlet dari berbagai dojo binaan Forki hadir dalam agenda yang sekaligus menjadi penutup rangkaian ujian periode 2026 ini.

Ketua Tim Penguji Karate Do TAKO Kabupaten Mojokerto, Seprianus, menyebut kegiatan ini memiliki dua fungsi utama. Yakni sebagai latihan gabungan dan sebagai evaluasi untuk kenaikan sabuk.
“Hari ini kami melaksanakan Gashuku dan Ujian Kenaikan Sabuk periode ketiga tahun 2026. Ini sekaligus menjadi ujian terakhir untuk tahun ini,” ujarnya.
Seleksi Atlet Menuju Kejuaraan Nasional
Lebih dari sekadar kenaikan sabuk, ajang ini juga dijadikan barometer untuk menjaring atlet potensial.
Seprianus menjelaskan, dari 168 peserta akan dipilih sekitar 60 karateka terbaik. Mereka akan diproyeksikan untuk memperkuat kontingen Mojokerto di beberapa kejuaraan bergengsi.
“Seleksi ini untuk persiapan POGDA, Kejuaraan Pelajar Daerah, dan juga UNESA International Cup di Surabaya pada November mendatang,” jelasnya.
Selain itu, pengurus juga tengah mempersiapkan agenda besar berikutnya. Pada Oktober 2026 mendatang akan digelar Ujian DAN untuk sabuk hitam.
“Ujian DAN akan diikuti sekitar 25 pelatih. Ada kenaikan dari DAN 1 ke DAN 2, DAN 2 ke DAN 3. Termasuk 14 pelatih baru yang akan naik dari sabuk cokelat ke sabuk hitam,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Dewan Pembina Karate Do TAKO Jawa Timur, Nugroho, beserta istri.
Apa itu Gashuku dan Ujian Kyu?
Seprianus memaparkan, Gashuku adalah program latihan bersama intensif dalam kurun waktu tertentu. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan penguasaan teknik dasar, jurus, serta daya tahan fisik para atlet.
Sedangkan Ujian Kyu merupakan tahapan evaluasi. Peserta diuji kemampuannya untuk menentukan apakah layak naik ke tingkat sabuk berikutnya.
“Lewat Gashuku dan ujian ini kami ingin mutu teknik, fisik, dan mental para karateka terus terasah. Harapannya bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Mojokerto,” pungkasnya. (Jay/Adv)










