mahkota555

Tingkatkan Standar Sanitasi, Dinkes Bandar Lampung Inspeksi Klinik PASSAI Lapas Kelas I Bandar Lampung

Tingkatkan Standar Sanitasi, Dinkes Bandar Lampung Inspeksi Klinik PASSAI Lapas Kelas I Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Upaya meningkatkan kualitas sanitasi dan pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan Lapas Kelas I Bandar Lampung. Salah satunya melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung di Klinik PASSAI Lapas Kelas I Bandar Lampung, Senin (7/9/2026).

Inspeksi tersebut merupakan bagian dari pengawasan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dalam rangka mendukung surveilans, respons penyakit, serta penguatan kesehatan lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap sejumlah aspek penting, meliputi kondisi sarana dan prasarana sanitasi, kebersihan lingkungan klinik, pengelolaan limbah medis, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi dan merespons potensi risiko penyakit.

Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di dalam Lapas tetap memenuhi standar yang ditetapkan. Dengan demikian, Klinik PASSAI diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, higienis, dan berkualitas bagi WBP maupun mendukung kesehatan petugas.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Bandar Lampung, Gatot Suariyoko, mengatakan inspeksi Kesling menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kualitas layanan kesehatan dan kondisi lingkungan di dalam Lapas tetap terjaga.
“Inspeksi Kesehatan Lingkungan ini bukan sekadar pemeriksaan administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya kami memastikan seluruh aspek sanitasi dan pelayanan kesehatan di Klinik PASSAI benar-benar memenuhi standar. Lingkungan yang bersih, sehat, dan aman merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan,” ujar Gatot.

Menurutnya, hasil evaluasi dari Dinas Kesehatan akan menjadi bahan penting bagi Lapas untuk melakukan perbaikan dan penguatan terhadap berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Kami menyambut baik pengawasan dan evaluasi dari Dinas Kesehatan. Setiap hasil pemeriksaan akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan, baik dari sisi sanitasi, pengelolaan limbah medis, kebersihan fasilitas maupun kesiapsiagaan dalam merespons potensi penyakit,” katanya.

Gatot menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan Lapas yang sehat sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada WBP dapat berjalan secara optimal.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan Dinas Kesehatan. Harapannya, Klinik PASSAI tidak hanya memenuhi standar pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menjadi fasilitas yang higienis, aman, dan responsif terhadap berbagai risiko kesehatan. Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan sekaligus menjaga kesehatan seluruh warga Lapas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menambahkan bahwa kolaborasi dengan Dinas Kesehatan merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas lingkungan dan pelayanan kesehatan di Lapas terus mengalami peningkatan.
Ia menegaskan bahwa aspek kesehatan dan sanitasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Pemasyarakatan, khususnya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang layak, sehat, dan aman.

Melalui inspeksi tersebut, Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen menindaklanjuti hasil evaluasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan hak dasar kesehatan bagi WBP.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, sehat, aman, serta didukung layanan kesehatan yang profesional dan terstandarisasi.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *