Gerak Cepat Hadapi Abu Erupsi, Kalapas Kelas I Bandar Lampung Ike Rahmawati Pimpin Mitigasi dan Bagikan Masker kepada Warga Binaan
Bandar Lampung, majalahglobal.com — Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung bergerak cepat mengantisipasi potensi dampak sebaran abu vulkanik menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah mitigasi dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, sejak Sabtu malam (5/9/2026) hingga Minggu dini hari (6/9/2026).
Respons cepat tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kesehatan, keselamatan, serta keamanan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas tetap terjaga di tengah kondisi aktivitas vulkanik.
Dalam pelaksanaannya, Ike Rahmawati bersama piket staf, komandan jaga, dan anggota jaga melakukan kontrol langsung ke sejumlah blok hunian WBP. Petugas juga menginstruksikan penutupan celah pada jeruji besi ventilasi di area hunian menggunakan kain pelapis untuk meminimalisasi masuknya abu vulkanik ke dalam kamar.
Selain melakukan pengamanan pada ventilasi, jajaran Lapas turut membagikan masker kepada WBP serta menyampaikan imbauan agar masker digunakan, khususnya sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Kegiatan pemantauan dan kontrol blok hunian terus dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan Lapas tetap aman dan terkendali. Hingga pelaksanaan pemantauan pada dini hari, situasi di area blok hunian dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali.
Kalapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi prioritas utama jajaran Lapas dalam menghadapi potensi dampak bencana alam.
“Kami bergerak cepat untuk melakukan langkah mitigasi sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam melindungi Warga Binaan dan petugas. Penutupan celah ventilasi, pembagian masker, serta kontrol langsung ke blok hunian kami lakukan untuk meminimalisasi paparan abu vulkanik dan mencegah gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan,” ujar Ike Rahmawati.
Ia menambahkan, seluruh jajaran diminta tetap siaga dan melakukan pemantauan kondisi secara berkala. Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar setiap potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat ditangani dengan cepat dan terukur.
“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi dampak yang lebih besar. Prinsip kami adalah melakukan pencegahan dan memastikan seluruh jajaran tetap siap menghadapi setiap perkembangan situasi. Yang paling utama adalah keselamatan dan kesehatan Warga Binaan serta petugas,” tegasnya.
Ike juga mengimbau seluruh WBP untuk mengikuti arahan petugas, menggunakan masker, menjaga kebersihan kamar hunian, serta segera melaporkan apabila mengalami keluhan kesehatan maupun menemukan kondisi lingkungan yang memerlukan penanganan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, sekaligus memastikan pelayanan pemasyarakatan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan seluruh penghuni Lapas.
Hingga Minggu dini hari (6/9/2026), hasil kontrol jajaran terhadap blok hunian menunjukkan situasi dalam keadaan aman dan terkendali.
Oleh: Andi Raya
081272255678










