Antisipasi Abu Vulkanik, Kalapas Bandar Lampung Ike Rahmawati Turun Langsung Bagikan Masker dan Sampaikan Imbauan Kesehatan
BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Lapas Kelas I Bandar Lampung mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas. Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas pengamanan turun langsung membagikan masker sekaligus menyampaikan imbauan kesehatan, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah area Lapas, khususnya blok hunian dan titik-titik pelayanan. Masker dibagikan kepada Warga Binaan dan petugas sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap potensi paparan partikel abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Selain membagikan masker, Ike Rahmawati bersama jajaran memberikan pengarahan secara langsung agar seluruh Warga Binaan dan petugas meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah-langkah pencegahan. Mereka diimbau untuk disiplin menggunakan masker, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara berpotensi terpapar abu vulkanik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat jajaran Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam memastikan aspek kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas, khususnya di lingkungan hunian yang dihuni banyak Warga Binaan.
Kalapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menegaskan bahwa pembagian masker dan penyampaian imbauan merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Kami tidak ingin menunggu sampai muncul gangguan kesehatan. Karena itu, langkah preventif harus dilakukan sejak dini. Kami mengimbau seluruh Warga Binaan dan jajaran petugas untuk disiplin menggunakan masker, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara kurang baik,” tegas Ike Rahmawati.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh Warga Binaan. Dengan kepatuhan bersama terhadap imbauan kesehatan, potensi dampak paparan abu vulkanik di lingkungan Lapas diharapkan dapat diminimalkan.
“Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan bersama. Kami akan terus memantau situasi dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan. Saya meminta seluruh jajaran tetap sigap dan memastikan Warga Binaan mendapatkan perlindungan serta informasi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, Lapas Kelas I Bandar Lampung menunjukkan komitmennya untuk mengedepankan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan perlindungan kesehatan dalam menghadapi potensi kondisi lingkungan yang dapat berdampak terhadap Warga Binaan maupun petugas.
Oleh: Andi Raya
081272255678










