mahkota555

Perkuat Deradikalisasi dan Sinergi Pendidikan, Narapidana Teroris Ikrar Setia NKRI, Karutan Tri Wahyu S. Hadir di Lapas Bandar Lampung

Perkuat Deradikalisasi dan Sinergi Pendidikan, Narapidana Teroris Ikrar Setia NKRI, Karutan Tri Wahyu S. Hadir di Lapas Bandar Lampung

Bandar Lampung, majalahglobal.com – Upaya penguatan pembinaan dan deradikalisasi narapidana terus diperkuat jajaran Pemasyarakatan di Provinsi Lampung. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh Narapidana Teroris, yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas I Bandar Lampung dan Universitas Bandar Lampung (UBL).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Lapas Kelas I Bandar Lampung, dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Jalu Yuswa Panjang, serta seluruh Kepala Satuan Kerja Pemasyarakatan se-Provinsi Lampung. Turut hadir Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santoso, sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program pembinaan terpadu.

Pelaksanaan ikrar setia NKRI menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses pembinaan narapidana teroris, yang mencerminkan perubahan sikap ideologis, komitmen kebangsaan, serta kesiapan warga binaan untuk kembali hidup bermasyarakat secara damai dan konstruktif.

Sementara itu, penandatanganan PKS dengan Universitas Bandar Lampung bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya dalam bidang pendidikan, pembinaan kepribadian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Jalu Yuswa Panjang, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pembinaan berkelanjutan.

“Ikrar setia kepada NKRI merupakan indikator penting keberhasilan pembinaan dan deradikalisasi. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi refleksi perubahan cara pandang warga binaan terhadap negara. Dukungan perguruan tinggi melalui kerja sama ini menjadi penguat dalam menciptakan pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan,” tegas Jalu Yuswa Panjang.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santoso, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antarunit pemasyarakatan dan pihak akademisi.

“Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam pembinaan narapidana teroris. Ikrar setia kepada NKRI menegaskan komitmen kembali kepada nilai-nilai kebangsaan, sementara kerja sama dengan Universitas Bandar Lampung membuka ruang pembinaan berbasis pendidikan dan penguatan karakter warga binaan,” ujar Tri Wahyu Santoso.

Melalui kegiatan ini, jajaran Pemasyarakatan di Provinsi Lampung diharapkan semakin solid dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, serta berorientasi pada reintegrasi sosial, guna menciptakan warga binaan yang siap kembali menjadi bagian positif dari masyarakat.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *