mahkota555

Direktur LBH Djawa Dwipa Gelar Doa Bersama Maulid Nabi

Majalahglobal.com, Mojokerto – Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. selaku Direktur LBH Djawa Dwipa dan LKH Barracuda menggelar doa bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (30/8/2025) di Jalan Raya Banjarsari Nomor 59, Kedunglengkong, Dlanggu, Mojokerto.
Direktur LBH Djawa Dwipa Gelar Doa Bersama Maulid Nabi
Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa saat melantunkan selawat

Penanggung Jawab Kegiatan, Hadi Purwanto S.T., S.H., M.H. menyampaikan, Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga dikenal sebagai Maulid Nabi, adalah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

 

“Peringatan ini tidak hanya untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk memperdalam kecintaan umat Islam terhadap sosok yang dijadikan teladan dalam kehidupan beragama,” ungkap Hadi Purwanto.

Direktur LBH Djawa Dwipa Gelar Doa Bersama Maulid Nabi
Doa bersama dengan penuh khidmat

Dijelaskannya, hikmah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah mengenang Kelahiran Nabi, dan memperdalam kecintaan serta pemahaman terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW.

 

“Nabi Muhammad SAW dijadikan teladan dalam kehidupan beragama umat Islam, sehingga peringatan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran-Nya,” ungkap Hadi Purwanto.

Direktur LBH Djawa Dwipa Gelar Doa Bersama Maulid Nabi
Doa bersama, melangitkan doa bersama-sama

Selain itu, Maulid Nabi juga untuk penguatan iman, peningkatan kualitas Ibadah dan menumbuhkan rasa syukur.

 

“Peringatan Maulid Nabi juga dapat meningkatkan solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di antara umat Islam. Dalam kesempatan ini kita juga menggelar tahlil dan doa bersama ke leluhur untuk mencari keberkahan hidup,” terang Hadi Purwanto.

Direktur LBH Djawa Dwipa Gelar Doa Bersama Maulid Nabi
Kiai Mathori saat menyampaikan ceramah

Penasihat Kegiatan, K.H. Hasan Mathori, memperingati Maulid Nabi berbeda dengan memperingati HUT RI. Kalau HUT RI semua agama pasti merayakannya.

 

“Kalau hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak mungkin agama selain islam mau merayakan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan selawat, berdzikir, dan membaca Al Qur’an,” ucap Kiai Mathori.

 

Ditegaskannya, Nabi Muhammad SAW dalam beribadah tidak melihat siapapun tapi melihat Allah SWT. Niatkan ibadah hanya karena Allah SWT.

 

“Tindak lakunya Nabi Muhammad SAW itu berdasarkan Al Qur’an. Zaman sekarang jarang yang berlandaskan Al Qur’an makanya banyak hal yang kurang baik,” papar Kiai Mathori.

 

Ditambahkannya, setan itu masuk neraka karena tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Setan sombong, merasa dirinya lebih baik dari Nabi Adam.

 

“Mari kita hilangkan sifat sombong agar kita terhindar dari api neraka. Semoga hajat saudara Mas Hadi Purwanto sekeluarga diberikan kelancaran. Semoga warga Dusun Banjarsari dihindarkan dari musibah dan diberikan rezeki dari berbagai sumber dan mudah mendapatkannya,” harap Kiai Mathori. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *