Mojokerto, majalahglobal.com – Senin, 2 November 2026. Pagi itu, SMP Negeri 1 Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, terasa berbeda.
Biasanya, pagi di sekolah itu diisi dengan pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, atau IPA. Pagi itu, ada pelajaran yang tidak ada di buku paket.
Pelajaran tentang cinta tanah air. Pelajaran tentang menjadi manusia yang menghargai sesama. Pelajaran tentang bagaimana menjadi generasi penerus bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.
Yang memberikan pelajaran itu bukan guru. Yang berdiri di depan para siswa adalah Danramil 0815/18 Gondang, Mayor Inf Warudi.
Koramil yang Datang ke Sekolah, Bukan Sekadar Ceramah
Dalam upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan membentuk karakter generasi muda yang berjiwa patriotik, Koramil 0815/18 Gondang Kodim 0815/Mojokerto menggelar pembinaan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara kepada siswa-siswi SMPN 1 Gondang.
Kegiatan ini diikuti oleh Plt. Kepala SMPN 1 Gondang, Drs. Sutrisno Slamet, http://M.Pd., Wakasek Kesiswaan Ahmad Sukrisno, http://S.Pd., sejumlah tenaga pendidik, dan seluruh siswa-siswi.
Suasana di awal kegiatan itu masih seperti biasa. Ada siswa yang masih mengobrol dengan temannya. Ada yang masih sibuk dengan HP-nya. Ada yang menguap karena masih mengantuk.
Namun, begitu Mayor Inf Warudi mulai berbicara, suasana itu berubah. Satu per satu, siswa mulai diam. Mulai mendengarkan. Mulai merenung.
Materi yang Menyentuh Kehidupan Sehari-hari
Danramil Mayor Inf Warudi tidak menyampaikan materi dengan bahasa yang kaku dan penuh teori.
Ia mengajak para siswa untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang sederhana, tapi sering dilupakan.
Ia berbicara tentang pentingnya toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Bahwa berteman itu tidak perlu melihat agama. Bahwa berbeda itu bukan untuk dimusuhi, tapi untuk dihargai.
Ia berbicara tentang menghormati orang tua dan guru. Bahwa kesuksesan seseorang tidak akan pernah lepas dari doa orang tua dan didikan guru.
Ia berbicara tentang menghargai sesama manusia. Bahwa tidak ada manusia yang lebih tinggi derajatnya hanya karena ia lebih kaya, lebih pintar, atau lebih populer.
Dan di tengah-tengah itu, ia menyampaikan pesan yang membuat banyak siswa terdiam:
“Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus memiliki rasa cinta tanah air, menghormati perbedaan, menghargai jasa para pahlawan, serta membiasakan diri untuk disiplin sejak dini. Sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar merupakan bekal penting untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi yang membanggakan bangsa dan negara,” pesan Mayor Inf Warudi.
Jangan Lupakan Pahlawan
Lebih lanjut, Danramil juga mengingatkan para siswa agar tidak melupakan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Para pahlawan itu tidak berjuang dengan HP di tangan. Mereka berjuang dengan bambu runcing, dengan darah, dengan air mata, dan dengan nyawa.
Mereka berjuang bukan agar generasi penerusnya bisa bermalas-malasan. Mereka berjuang agar generasi penerusnya bisa belajar dengan tenang, bisa bermimpi dengan bebas, dan bisa membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
Semangat perjuangan tersebut, kata Danramil, hendaknya diwujudkan melalui prestasi, sikap positif, dan kontribusi nyata sesuai peran masing-masing.
Tidak harus menjadi tentara untuk bisa bela negara. Menjadi siswa yang rajin belajar, yang disiplin, yang menghormati guru, yang tidak tawuran, yang tidak membully temannya, itu sudah termasuk bela negara.
Pintu Menuju TNI AD Dibuka
Pada kesempatan tersebut, Danramil juga memberikan sosialisasi mengenai penerimaan prajurit TNI AD, baik melalui jalur Tamtama maupun Bintara.
Sosialisasi ini bukan untuk memaksa siswa menjadi tentara. Tapi sebagai wawasan bagi para siswa yang memiliki cita-cita untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI AD.
Bagi sebagian siswa, ini adalah informasi yang baru. Mereka jadi tahu bahwa untuk menjadi tentara tidak harus punya orang dalam, tidak harus bayar, tidak harus punya uang banyak. Yang dibutuhkan adalah kesehatan, kedisiplinan, semangat, dan kemauan untuk belajar.
Bagi sebagian siswa lainnya, ini adalah penyemangat. Bahwa cita-cita mereka untuk memakai seragam loreng itu bukan mimpi yang mustahil. Itu adalah cita-cita yang bisa diraih jika mereka mau berjuang sejak sekarang.
Harapan yang Dititipkan
Melalui kegiatan Wasbang ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, memiliki karakter disiplin, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki semangat bela negara.
Dan harapan itu bukan harapan yang muluk-muluk. Harapan itu sederhana: agar siswa-siswi SMPN 1 Gondang tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter. Tidak hanya berprestasi, tapi juga peduli. Tidak hanya bermimpi untuk dirinya sendiri, tapi juga bermimpi untuk bangsa dan negaranya.
Senin itu, di SMPN 1 Gondang, sebuah pelajaran telah diberikan. Bukan pelajaran yang akan diujikan dalam ujian akhir. Tapi pelajaran yang akan diujikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan pelajaran itu bernama: cinta tanah air.
*(Darmawan)*
