Majalahglobal.com, Mojokerto – Di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa tahun 2026, sebuah terobosan dilakukan oleh Pemerintah Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Hamparan rabat beton sepanjang 140 meter yang baru dibangun di Dusun Bendo ternyata menyimpan cerita yang lebih dari sekadar infrastruktur jalan.
Bangunan yang berdiri di dua sisi samping Lapangan Desa Kumitir itu kini memiliki fungsi ganda. Selain sebagai jalan lingkungan, ia juga diproyeksikan menjadi jogging track, sarana olahraga baru bagi warga.
Fakta ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Desa Kumitir, Lukman Teguh Prasetya, saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (3/11/2026).
Menurut Lukman, pembangunan ini berangkat dari dua aspirasi yang bertemu di satu titik. Aspirasi pertama datang dari warga Dusun Bendo yang menginginkan perbaikan akses jalan. Aspirasi kedua datang dari kelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang setiap sore hari aktif menggunakan lapangan desa.
“Yang pertama atas usulan dari warga Dusun Bendo, yang kedua atas dasar permintaan teman-teman Karang Taruna, yaitu pemuda-pemuda yang di sini aktif sepak bola,” ujar Lukman.
Berdasarkan data papan informasi proyek, pembangunan jalan rabat beton tersebut memiliki volume 140 meter dengan total anggaran Rp 100.000.000 yang bersumber dari Dana Desa TA 2026. Proyek ini dikerjakan dalam waktu 30 hari oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Nirriawang Mahalila.
“Jadi untuk dana desa tahun 2026 ini anggaran 100 juta digunakan untuk jalan lingkungan Dusun sekaligus dimanfaatkan sebagai jogging track, sarana olahraga,” jelasnya.
Pemilihan lokasi di samping lapangan desa dinilai sebagai langkah strategis. Selama ini, warga yang ingin melakukan olahraga lari sore harus berbagi tempat dengan anak-anak SSB yang sedang berlatih di tengah lapangan. Dengan adanya jogging track di sisi lapangan, aktivitas keduanya bisa berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.
Namun di balik pembangunan tersebut, ada tantangan yang tidak kecil. Lukman mengakui, rencana besar pemerintah desa sebenarnya adalah membangun jogging track yang mengelilingi seluruh sisi lapangan desa. Namun karena anggaran Dana Desa yang terbatas, rencana itu harus dibagi dalam beberapa tahap.
Kondisi ini bahkan sempat mereka sampaikan saat ada kunjungan dari anggota DPR RI ke desa.
“Karena memang anggaran terbatas, jadi kita juga sempat ada kunjungan dari Ibu DPR, kita mengadu keluh kesah yang ada di desa dan memang beliau menjawab intinya desa disuruh sabar, kita tetap harus mendukung program prioritas pusat,” kata Lukman.
Oleh karena itu, untuk tahun 2026 ini, pembangunan baru bisa dilaksanakan separuh dari total rencana.
“Dengan anggaran yang terbatas maka kita kerjakan secara bertahap. Jadi di tahun 2026 ini dibangun separuh dan insyaallah untuk tahun berikutnya akan dilanjutkan,” pungkasnya.
Kini, dengan selesainya 140 meter tahap awal ini, warga Dusun Bendo dan para pemuda pecinta olahraga di Desa Kumitir memiliki harapan baru akan hadirnya ruang publik yang lebih layak dan sehat di masa mendatang. (Jay/Adv)
