Majalahglobal.com, Mojokerto – Transformasi digital di tingkat desa kini tidak lagi sekadar formalitas memiliki website. Lebih dari itu, website dan media sosial desa harus menjadi mesin promosi yang mampu menggerakkan ekonomi warga.
Hal inilah yang menjadi benang merah dalam Pelatihan Desa Digital bertajuk Pengelolaan Website dan Media Sosial Pemerintah Desa se-Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang digelar di Smartroom Kantor Kecamatan Sooko, Selasa (27/10/2026).
Pelatihan yang diikuti oleh seluruh operator desa se-Kecamatan Sooko ini menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, dari sisi kebijakan pemerintah dan sisi teknis jurnalistik digital.
Narasumber pertama, Camat Sooko Kabupaten Mojokerto, Drs. Akhmad Samsul Bakri, M.Si. menjelaskan secara komprehensif tentang esensi dan fungsi keberadaan website desa dan media sosial desa.
Menurut Samsul Bakri, muara akhir dari pengelolaan digital ini bukan hanya soal publikasi kegiatan seremonial, melainkan harus bermuara pada promosi potensi desa.
“Website dan medsos desa ini corongnya desa. Fungsinya harus kita maksimalkan untuk mempromosikan wisata desa dan UMKM desa. Kalau wisata dan UMKM-nya hidup, dikenal luas, maka dengan sendirinya akan menaikkan Pendapatan Asli Desa (PAD),” jelas Samsul Bakri di hadapan para peserta.
Ia menegaskan, setiap desa di Sooko memiliki potensi wisata dan produk UMKM yang unik, namun selama ini kurang terpublikasi secara masif dan profesional. Dengan pengelolaan digital yang benar, potensi itu bisa menjadi magnet ekonomi baru.
Sementara itu, narasumber kedua, Pemimpin Redaksi Majalahglobal.com, Jayak Mardiansyah membedah sisi teknis yang selama ini menjadi kelemahan desa: soal konsistensi konten.
Jayak menekankan, kunci utama agar website dan media sosial desa hidup adalah konsistensi dalam membuat tiga pilar konten: berita, poster berita, dan video berita.
“Jangan sampai website desa mati suri, sebulan tidak ada berita baru. Padahal setiap hari di desa selalu ada cerita. Kuncinya adalah konsisten,” ujar Jayak.
Untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber daya dan kemampuan desain di tingkat desa, Jayak membagikan jurus praktis yang sangat aplikatif dan kekinian: memanfaatkan Meta AI yang ada di WhatsApp.
Caranya pun terbilang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.
“Cukup video saja sambutan narasumber atau kegiatan di desa. Lalu kirim video itu ke nomor pribadi WhatsApp kita sendiri. Setelah itu klik teruskan ke Meta AI dan tuliskan perintah: _buat gaya tulisan detik, judulnya clickbait serta aman UU._ Maka otomatis hasilnya akan keluar dalam hitungan detik, menjadi berita jadi,” beber Jayak.
Ia melanjutkan, untuk kebutuhan visual, caranya pun sama mudahnya. Jika ingin membuat poster berita yang menarik, tinggal tuliskan perintah di Meta AI, _buat poster yang menarik tentang kegiatan ini._ Maka akan muncul gambar poster siap pakai.
“Dengan begitu, berita dan poster berita yang menarik bisa dibuat setiap hari secara konsisten, tanpa harus menunggu operator yang jago desain. Semua bisa dibantu AI,” pungkasnya.
Ditambahkannya, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada peserta yang sudah langsung mencoba dan mengirimkan berita dan poster beritanya.
“Setelah ini, harapannya semua peserta berlangganan capcut pro agar bisa mengedit video profesional. Dimana video tersebut mempunyai subtitle, animasi judul menarik dan animasi keterangan video yang menarik,” harapnya.
Melalui pelatihan ini, Kecamatan Sooko berharap 15 desa di wilayahnya tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu menjadikan digitalisasi sebagai jalan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa melalui promosi wisata dan UMKM yang berujung pada peningkatan PAD.
Penulis: Tim Majalahglobal.com
