Gerak Cepat Prajurit Yonif TP 542/Arya Tadah Bantu Padamkan Kebakaran Gudang Ban Bekas di Trowulan

MOJOKERTO – Aksi gerak cepat prajurit TNI terlihat dalam penanganan kebakaran hebat yang melanda gudang penyimpanan ban bekas milik PT Energi Hai Xin di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

 

Kobaran api yang membumbung tinggi sejak Kamis (22/10/2026) sore itu baru berhasil dijinakkan pada Jumat (23/10/2026) dini hari, setelah upaya pemadaman selama hampir 8 jam yang melibatkan sinergi TNI-Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat.

 

Dalam peristiwa tersebut, prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 542/Arya Tadah yang dipimpin Serda Doni Indra Pramana bersama empat personel dan satu unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) terjun langsung membantu proses pemadaman. Keterlibatan prajurit ini merupakan bentuk respons cepat terhadap situasi darurat sekaligus wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat.

 

Komandan Batalyon (Danyon) TP 542/Arya Tadah Mayor Inf Irfan Hertanto, http://S.T.Han., saat dikonfirmasi menjelaskan, keterlibatan prajuritnya merupakan komitmen satuan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

 

“Begitu mengetahui adanya kebakaran, prajurit kami turut bergerak membantu proses pemadaman bersama unsur terkait. Dalam situasi seperti ini, kecepatan bertindak, koordinasi, dan kerja sama menjadi hal yang sangat penting agar penanganan dapat berjalan optimal,” jelas Mayor Irfan Hertanto.

 

Ia menegaskan, dalam setiap penanganan bencana, keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, sehingga seluruh upaya dilakukan melalui koordinasi dengan petugas Damkar dan unsur terkait di lapangan.

 

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak, mulai dari aparat kewilayahan, petugas pemadam kebakaran, relawan, karyawan perusahaan, hingga masyarakat yang bersama-sama membantu penanganan kebakaran. Semangat gotong royong seperti ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi darurat,” tambahnya.

 

*Kronologi: Api Diketahui Petugas Keamanan, Membesar dalam Hitungan Menit*

 

Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 WIB oleh petugas keamanan perusahaan, Karyadi. Saat itu, ia melihat cahaya api dari arah tumpukan ban bekas di sisi timur gudang.

 

Bersama sejumlah karyawan, ia berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena bahan yang terbakar merupakan ban bekas yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

 

Melihat situasi tersebut, pihak perusahaan akhirnya melaporkan kejadian melalui layanan darurat 112 pada pukul 17.47 WIB.

 

Sekitar pukul 18.00 WIB, enam unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai unsur tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Proses tersebut melibatkan personel Polsek Trowulan dan Koramil 0815/02 Trowulan, petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Mojokerto, relawan, aparat pemerintah desa dan kecamatan, karyawan perusahaan, serta masyarakat setempat.

 

Selain memadamkan kobaran api utama, unsur gabungan juga melakukan pembasahan di area terdampak untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api baru akibat bara yang masih menyala di tumpukan ban.

 

Upaya penanganan berlangsung dramatis selama beberapa jam hingga api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (23/10/2026). Setelah api padam, petugas melanjutkan pembasahan dan pendinginan area guna memastikan lokasi benar-benar aman.

 

Beruntung, berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar akibat ribuan tumpukan ban bekas yang ludes terbakar.

 

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

 

*Penulis: Jayak Mardiansyah*

Exit mobile version