Mojokerto – Upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam membenahi sektor transportasi darat berbuah manis. Dalam ajang East Java Land Transport Meeting (EJLTM) 2026, Kota Mojokerto berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Dua apresiasi tersebut diberikan kepada Dinas Perhubungan Kota Mojokerto untuk kategori Kolaborator Terbaik dalam Kegiatan Normalisasi Kendaraan Bermotor dan kategori Angkutan Pelajar Gratis yang dinilai Inovatif dan Inklusif.
Penghargaan diserahkan dalam forum EJLTM 2026 yang mengusung tema “Menuju Zero ODOL 2027 dan Transportasi Darat yang Berkeselamatan” di Wyndham Hotel Surabaya, Jumat (9/10/2026). Kepala Dinas Perhubungan Kota Mojokerto, Mochammad Hekamarta Fanani, hadir langsung menerima penghargaan tersebut.
Terkait penghargaan pertama, Hekamarta menjelaskan, capaian ini tak lepas dari kebijakan Pemkot Mojokerto yang menggratiskan layanan uji berkala kendaraan bermotor atau uji KIR.
Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban pemilik kendaraan niaga yang diwajibkan melakukan pengujian laik jalan.
“Layanan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pemilik kendaraan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan secara berkala,” ujar Heka.
Menurut dia, uji berkala bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah preventif untuk mendeteksi dini potensi kerusakan teknis. Dengan pemeriksaan rutin, risiko kecelakaan akibat kegagalan fungsi kendaraan dapat ditekan.
“Uji berkala juga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi potensi gangguan teknis lebih dini sehingga dapat ditangani sebelum menimbulkan risiko di jalan. Dengan demikian, manfaat layanan ini tidak hanya dirasakan pemilik kendaraan, tetapi juga masyarakat luas melalui terciptanya transportasi darat yang lebih tertib dan berkeselamatan,” jelasnya.
Sementara penghargaan kedua diraih berkat inovasi layanan bus sekolah gratis. Program ini telah menjadi salah satu ikon pelayanan publik di Kota Mojokerto yang menghubungkan langsung sektor transportasi dengan dunia pendidikan.
Heka menilai, kehadiran bus sekolah gratis bukan hanya soal mengantar-jemput pelajar, tetapi juga intervensi sosial untuk membantu ekonomi keluarga.
“Bus sekolah gratis ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi pelajar. Tidak hanya menunjang pendidikan di Kota Mojokerto, program ini juga diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga, khususnya untuk kebutuhan transportasi anak-anak menuju dan pulang dari sekolah,” terangnya.
Ia menegaskan, penghargaan dari pemerintah pusat ini akan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Dishub Kota Mojokerto untuk terus berinovasi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta mendorong inovasi pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui momentum EJLTM 2026, Pemkot Mojokerto menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh target nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027, sekaligus mewujudkan sistem transportasi darat yang tertib, selamat, dan berpihak pada kebutuhan warga. (Jay)
