15 Hektare Lahan di Tahura Bukit Watu Jengger Mojokerto Ludes Terbakar, Api Baru Padam 11 Jam Kemudian

Mojokerto – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Bukit Watu Jengger, Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (06/10/2026) sore.

 

 

Sedikitnya sekitar 15 hektare lahan yang ditumbuhi alang-alang, semak belukar, dan rumput kering ludes dilalap si jago merah.

 

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.40 WIB. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun kondisi cuaca panas ekstrem disertai angin kencang diduga kuat menjadi pemicu cepatnya penyebaran api di kawasan perbukitan tersebut.

 

*Babinsa Turun Langsung, Pemadaman Butuh 11 Jam*

 

Mendapat laporan dari petugas Tahura dan BPBD Kabupaten Mojokerto, Babinsa Tawangrejo Sertu Chozin langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan petugas terkait dan mendatangi lokasi kejadian.

 

Proses pemadaman dilakukan secara gotong royong melibatkan personel TNI, petugas Tahura, BPBD, perangkat desa, dan warga sekitar. Dengan peralatan pemadaman tradisional, petugas menyisir kawasan untuk memutus rantai penyebaran api.

 

Butuh waktu berjam-jam untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan untuk sementara pada Rabu (07/10/2026) dini hari sekitar pukul 01.02 WIB.

 

Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf Sudirman, S.H., membenarkan penanganan dilakukan secara bersama dengan mengutamakan keselamatan personel.

 

“Begitu mendapat laporan, Babinsa langsung berkoordinasi dengan petugas Tahura, BPBD, perangkat desa dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemadaman. Kondisi medan dan angin yang cukup kencang menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran,” ujarnya.

 

*Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Diimbau Waspada*

 

Pihak Koramil menegaskan dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang terluka. Kerugian materiil berupa terbakarnya vegetasi alang-alang, semak belukar, dan rumput kering seluas sekitar 15 hektare.

 

Kapten Sudirman mengimbau masyarakat di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran rumput atau alang-alang sembarangan, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Kepedulian bersama sangat penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi,” tegasnya.

 

Saat ini Babinsa bersama petugas Tahura dan BPBD masih terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

 

Sinergi TNI, petugas Tahura, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna menjaga kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Mojokerto. (Jay)

Exit mobile version