Heboh Sumur Warga Jombang Kering Mendadak, Kepala Disperta Jombang: Kalau Berdampak ke Warga, Pompanya Dihentikan

Heboh Sumur Warga Jombang Kering Mendadak, Kepala Disperta Jombang: Kalau Berdampak ke Warga, Pompanya Dihentikan

 

Majalahglobal.com, Jombang – Puluhan sumur warga di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak mengalami kekeringan.

 

Kondisi ini terjadi pasca beroperasinya sumur pompa irigasi milik Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang yang dibangun untuk menghadapi musim kemarau panjang. Pompa tersebut diketahui baru beroperasi sekitar dua pekan lalu.

 

Dampaknya, sekitar 20 hingga 30 kepala keluarga yang selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari kini kesulitan air.

 

Warga mengaku debit air sumur mereka menurun drastis, bahkan sebagian hanya menyisakan lumpur dan tidak lagi mengeluarkan air sama sekali. Tidak semua sumur kering total, namun di beberapa titik air masih keluar dengan volume sangat kecil sehingga warga harus menunggu berjam-jam agar volume air kembali terkumpul.

 

Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengeluarkan biaya sendiri hingga Rp3 juta per titik sumur untuk melakukan pendalaman sumur. Bagi warga yang tidak memiliki biaya, mereka harus rela menghadapi keterbatasan air bersih dan bahkan mengambil air dari saluran irigasi.

 

Persoalan ini kemudian diadukan warga ke sejumlah instansi, mulai dari pemerintah desa, Pemkab Jombang, Inspektorat, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

 

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Disperta Kabupaten Jombang, Much Rony, mengaku baru pertama kali menerima laporan kejadian serupa dari puluhan proyek pompa irigasi yang dibangun.

 

Pihaknya saat ini tengah menurunkan tim ke lapangan untuk mengumpulkan data dan memastikan apakah kekeringan sumur warga berkaitan langsung dengan pengoperasian pompa irigasi tersebut.

 

“Yang jelas dari semua proyek serupa, ini yang pertama kejadian begini. Kami akan cek dulu nanti sebelum melangkah. Kalau memang berakibat ke warga ya dihentikan saja pompanya,” tegas Kepala Disperta Jombang Much Rony, Rabu (07/10/2026). (Mhd/Adv)

Exit mobile version