MOJOKERTO – Jika pagi harinya diisi dengan upacara khidmat, siang harinya Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Kabupaten Mojokerto di Jalan Ahmad Yani Nomor 16, Kota Mojokerto, Jawa Timur, berubah menjadi lautan kebersamaan.
Suasana penuh kekeluargaan dan haru mewarnai syukuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (05/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang TNI sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat dan seluruh komponen bangsa.
Syukuran yang digelar tepat setelah upacara peringatan HUT ke-81 TNI tersebut dihadiri unsur lengkap TNI-Polri, jajaran Forkopimda Mojokerto Raya, pemerintah daerah, jajaran Korem 082/CPYJ dan Kodim 0815/Mojokerto, serta para veteran pejuang kemerdekaan yang menjadi tamu kehormatan.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int., mengajak seluruh yang hadir untuk memaknai HUT TNI bukan sekadar sebagai peringatan hari lahir institusi militer, tetapi juga sebagai momentum untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang diperoleh melalui tetesan darah dan air mata para pendahulu bangsa.
Ia menjelaskan secara runtut, TNI berawal dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dibentuk pada 5 Oktober 1945, tepat setelah Indonesia merdeka. Dalam perjalanan sejarahnya yang panjang, nama tersebut kemudian berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan selanjutnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) seperti yang kita kenal sekarang.
Menurutnya, perubahan nama tersebut menegaskan satu hal yang sangat fundamental, bahwa TNI merupakan tentara milik seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, bukan milik kelompok atau golongan tertentu.
“Makna kita merayakan HUT TNI adalah dalam rangka bersyukur karena sampai saat ini kita masih bisa menghirup udara kebebasan. Dalam setiap perjuangannya, TNI tidak pernah sendiri, tetapi selalu bersama rakyat dan seluruh komponen bangsa,” ujar Dandim dengan tegas.
Dandim juga menekankan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut harus terus dipelihara dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini yang semakin kompleks. TNI bersama rakyat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan, serta mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra yang akrab disapa Gus Bupati, menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI sekaligus apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian TNI dalam menjaga bangsa dan negara tanpa kenal lelah.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Mojokerto untuk tidak melupakan jasa para veteran dan para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia yang kita nikmati hari ini.
“Semoga di usia ke-81 ini TNI semakin kuat dan sinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat terus berlangsung. Semoga TNI selalu bersama rakyat,” ungkap Gus Bupati.
Rangkaian syukuran kemudian dilanjutkan dengan momen yang paling mengharukan, yakni pemberian bantuan dan tali asih kepada para veteran oleh unsur Forkopimda Mojokerto Raya. Momen penuh makna juga terlihat saat Bupati Mojokerto memotong tumpeng dan menyerahkannya langsung kepada perwakilan veteran sebagai simbol penghormatan tertinggi kepada para pejuang bangsa.
Kebersamaan semakin terasa kental saat Dandim 0815/Mojokerto memotong kue HUT ke-81 TNI dan menyerahkannya kepada Kapten Inf Subini, salah satu prajurit kebanggaan yang menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia atas pengabdian tanpa cacat selama 32 tahun.
Syukuran HUT ke-81 TNI tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjalanan panjang TNI tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan rakyat. Sekaligus meneguhkan komitmen abadi untuk terus hadir, berjuang, dan mengabdi bersama rakyat demi Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.
*(Jay/Adv)*
