MOJOKERTO – Minggu pagi (4/10/2026) di halaman Koramil 0815/03 Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, suasananya tidak seperti hari Minggu biasanya. Sebanyak 35 anak muda berseragam pramuka berdiri tegap dalam barisan rapi.
Mereka adalah anggota Saka Wira Kartika Koramil 0815/03 Sooko yang tengah memasuki minggu kedua Masa Pengenalan Lingkungan Koramil (MPLK). Jika Pramuka biasanya identik dengan tepuk dan api unggun, di Sooko mereka digembleng menjadi calon pemimpin bangsa.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung Ahad (04/10/2026) itu diawali dengan apel pengecekan. Tak ada yang terlambat. Dilanjutkan dengan senam peregangan dan penguatan fisik untuk membentuk stamina yang tangguh.
Memasuki sesi inti, para peserta kemudian mendapatkan pembekalan ilmu kepemimpinan Saka Wira Kartika. Materi ini tidak main-main. Diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa korsa, sikap kesatria, dan patriotisme yang kuat.
Materi kepemimpinan juga diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesadaran bela negara, dan kecintaan terhadap tanah air yang semakin luntur di kalangan generasi muda.
Danramil 0815/03 Sooko, Kapten Inf Irsyad Hari Purnomo, yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, MPLK ini adalah investasi jangka panjang untuk bangsa.
“Melalui kegiatan MPLK ini, kami ingin membekali anggota Saka Wira Kartika dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang dapat membentuk karakter mereka menjadi lebih disiplin, tangguh, mandiri dan bertanggung jawab. Materi kepemimpinan maupun berbagai krida yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kapten Inf Irsyad Hari Purnomo.
Tak hanya teori kepemimpinan di dalam ruangan, para peserta langsung dihadapkan pada 5 Krida pamungkas Saka Wira Kartika yang menguji adrenalin dan kecerdasan lapangan.
Pada Krida Navigasi Darat, melalui pembina Sertu Imam Mawardi, para peserta dilatih membaca peta, menggunakan kompas, serta memahami kondisi medan sebagai bekal vital dalam melakukan kegiatan di alam terbuka. Mereka diajarkan bagaimana tidak tersesat dan mampu menentukan arah di tengah hutan sekalipun.
Pada Krida Pionering, peserta dikenalkan dengan keterampilan tali-temali dan teknik membuat konstruksi sederhana yang berguna saat kondisi darurat.
Sementara Krida Mountaineering membekali peserta dengan teknik dasar panjat dan turun tebing serta kemampuan melintasi medan alam yang terjal dan ekstrem.
Peserta juga mendapatkan materi Krida Survival yang paling ditunggu-tunggu. Di sini mereka dikenalkan dengan kemampuan bertahan hidup di alam dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar tanpa bergantung pada logistik dari luar.
Sedangkan Krida Penanggulangan Bencana diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, termasuk pengetahuan pertolongan pertama dan aksi sosial kemanusiaan saat bencana datang.
Kapten Inf Irsyad menegaskan, pembinaan Saka Wira Kartika di Koramil Sooko tidak hanya berorientasi pada keterampilan lapangan yang gagah-gagahan.
“Harapan kami, para anggota Saka Wira Kartika dapat menjadi generasi muda yang memiliki semangat pengabdian, mampu bekerja sama, peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, serta siap menghadapi berbagai tantangan dengan sikap positif dan pantang menyerah,” pungkasnya.
Dari Koramil Sooko, 35 pemuda ini ditempa. Bukan hanya menjadi Pramuka yang bisa tali-temali, tetapi menjadi pemimpin muda yang disiplin, tangguh, dan cinta tanah air. (Jay/Adv)
