MOJOKERTO – Bantuan air bersih yang disalurkan Kodim 0815/Mojokerto bersama Yon TP 542/TP (Arya Tadah) ke Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/9/2026), menghadirkan cerita sederhana tentang kepedulian, rasa syukur, dan kedekatan TNI dengan rakyat.
Usai penyaluran dua tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter, suasana haru dan keakraban terasa di salah satu rumah warga.
Sayadi (71), warga Dusun Kandangan, yang rumahnya menjadi salah satu lokasi kegiatan, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat di tengah keterbatasan air bersih.
Sebagai ungkapan terima kasih, Sayadi kemudian mengundang para anggota Kodim 0815/Mojokerto dan Yon TP 542/TP untuk singgah dan menikmati santap siang bersama di rumahnya.
Hidangan yang disajikan pun sederhana. Nasi, sayur, lauk-pauk dan menu rumahan tersaji di atas meja. Namun, kesederhanaan tersebut justru menghadirkan suasana yang begitu hangat. Prajurit dan warga duduk bersama tanpa sekat, menikmati makanan sembari bercengkerama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Senyum dan keakraban tampak menghiasi momen tersebut. Para prajurit terlihat lahap menikmati santap siang yang disuguhkan Sayadi. Bagi warga, kehadiran para prajurit di rumah mereka menjadi bentuk perhatian yang tidak hanya dirasakan melalui bantuan air bersih, tetapi juga melalui kedekatan dan kebersamaan.
Bagi Sayadi, menjamu para prajurit dengan makanan sederhana merupakan bentuk rasa terima kasih atas kepedulian yang telah diberikan kepada warga.
“Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi kami. Saya berterima kasih kepada Kodim 0815 dan Yon TP 542/TP yang sudah datang membantu warga. Tidak banyak yang bisa kami berikan, hanya makanan sederhana ini sebagai ungkapan terima kasih,” ungkap Sayadi.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Terkadang, kedekatan itu tumbuh dari hal-hal sederhana, membantu ketika masyarakat membutuhkan, duduk bersama, berbagi makanan, hingga saling menguatkan dalam suasana kekeluargaan.
Penyaluran air bersih yang sebelumnya menjadi tujuan utama kegiatan pun meninggalkan cerita lain. Di rumah sederhana milik Sayadi, bantuan tersebut berlanjut menjadi sebuah jamuan penuh kehangatan yang mempertemukan prajurit dan warga dalam satu meja.
Air bersih meringankan kesulitan, sementara sepiring nasi menjadi pengikat kebersamaan. Di situlah kemanunggalan TNI dengan rakyat terasa nyata hadir, peduli, dan tumbuh bersama masyarakat. (Jay)
