Gandeng 60 Personel TNI-Polri, Brimob dan BNN, Rutan Sukadana Gelar Razia Gabungan: Zero Narkoba dan Handphone
SUKADANA, majalahglobal.com – Rutan Kelas IIB Sukadana memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan peredaran handphone serta narkoba dengan menggelar razia gabungan dan tes urine, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 60 personel Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur TNI, Polri, Brimob, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur, bersama jajaran petugas Rutan Kelas IIB Sukadana.
Razia dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Sukadana, Mohammad Jawad Cirry. Sebelum pelaksanaan, Karutan memberikan pengarahan kepada seluruh personel agar kegiatan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Kita sasar seluruh blok hunian warga binaan. Jika menemukan barang terlarang, langsung kita amankan sesuai prosedur. Namun, seluruh proses tetap harus dilakukan secara profesional, tertib, dan humanis,” tegas Mohammad Jawad Cirry.
Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dibagi menjadi empat tim untuk melakukan pemeriksaan di seluruh blok hunian, termasuk blok wanita. Pemeriksaan meliputi penggeledahan badan serta pemeriksaan terhadap kamar dan barang-barang milik warga binaan.
Selama kegiatan berlangsung, warga binaan bersikap kooperatif sehingga seluruh rangkaian razia berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang berpotensi disalahgunakan, antara lain benda tajam, botol, kaca, kartu remi, dan korek api gas.
Sementara itu, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone dalam razia tersebut.
“Alhamdulillah, hasil razia gabungan hari ini zero narkoba dan handphone. Ini menjadi hasil positif dari pengawasan yang terus kita lakukan secara konsisten. Namun, hasil ini tidak membuat kita lengah. Pengawasan dan deteksi dini akan terus diperkuat,” ujar Karutan.
Tidak berhenti pada razia, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tes urine terhadap 81 warga binaan yang dipilih secara acak. Pemeriksaan urine dilakukan langsung oleh petugas BNNK Lampung Timur sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan Rutan Sukadana.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel urine yang diperiksa negatif narkoba.
Menurut Mohammad Jawad Cirry, kegiatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sistem pengawasan dan pencegahan di lingkungan Rutan Sukadana. Sinergi dengan berbagai unsur APH dinilai penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
“Kami tidak hanya melakukan tindakan ketika ada temuan, tetapi juga membangun sistem pencegahan melalui pengawasan berkala, deteksi dini, dan sinergi dengan APH. Komitmen kami adalah menjaga Rutan Sukadana tetap aman, tertib, dan kondusif,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas institusi akan terus dilakukan melalui pemeriksaan berkala serta langkah-langkah pencegahan lainnya.
Kegiatan razia dan tes urine tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba serta handphone di lingkungan Lapas dan Rutan.
Melalui sinergi antara Rutan Sukadana dan APH, upaya deteksi dini dan pencegahan diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Oleh: Andi Raya
081272255678










