MOJOKERTO – Penegakan disiplin di lingkungan TNI Angkatan Darat kembali diperlihatkan. Detasemen Polisi Militer V/2 Mojokerto menggelar inspeksi mendadak dalam bentuk Operasi Penegakan Ketertiban atau Ops Gaktib di Markas Komando Distrik Militer 0815/Mojokerto, Rabu (23/9/2026) pagi.
Operasi yang berlangsung di halaman Makodim 0815/Mojokerto, Jalan Majapahit Nomor 1, Kota Mojokerto, Jawa Timur, itu bukan sekadar pemeriksaan rutin. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memastikan seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI tetap berada dalam koridor kepatuhan hukum, kedisiplinan, dan tata tertib militer yang menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas negara.
Sejak pagi, suasana di Makodim 0815/Mojokerto tampak berbeda dari biasanya. Puluhan personel, mulai dari prajurit, PNS, anggota staf Makodim hingga personel Komando Rayon Militer (Koramil) jajaran, telah bersiaga mengikuti apel pengecekan dan persiapan.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Pelaksana Penegakan Hukum Denpom V/2 Mojokerto, Kapten Cpm Agus Arianto, bersama jajarannya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjadikan kepatuhan hukum bukan sebagai beban, melainkan sebagai budaya dan kebanggaan bagi setiap personel.
Setelah apel selesai, tim Denpom V/2 Mojokerto langsung bergerak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Sasaran utamanya adalah kelengkapan kendaraan dinas maupun pribadi yang digunakan personel Kodim 0815/Mojokerto dalam aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan dilakukan dengan sangat detail dan terukur. Setiap kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, diperiksa kondisi fisiknya, mulai dari kelengkapan spion, lampu, pelat nomor, hingga kondisi ban. Tidak hanya itu, aspek administrasi juga menjadi fokus utama, meliputi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga kelengkapan surat-surat pendukung lainnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan bahwa personel TNI yang seharusnya menjadi contoh tertib berlalu lintas dan taat hukum di tengah masyarakat, benar-benar telah menerapkan disiplin tersebut dimulai dari diri sendiri dan lingkungan satuannya.
Menanggapi kegiatan tersebut, Perwira Seksi Intelijen Kodim 0815/Mojokerto, Lettu Inf Karsilan, memberikan penjelasan. Menurutnya, Ops Gaktib memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar razia kendaraan.
Ia menyebut, kegiatan ini merupakan instrumen pembinaan dan pengawasan internal yang berkelanjutan. Tujuannya untuk membangun kesadaran kolektif bahwa disiplin bukanlah sesuatu yang muncul karena diawasi, melainkan tumbuh dari tanggung jawab pribadi setiap prajurit dan PNS.
“Pemeriksaan yang dilakukan Denpom V/2 Mojokerto, khususnya terhadap kelengkapan kendaraan dan administrasi, menjadi pengingat bagi seluruh personel agar senantiasa tertib dan disiplin, hal ini menjadi bagian dari sikap dan tanggung jawab setiap personel dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar Karsilan.
Ia berharap, melalui operasi semacam ini, kesadaran personel akan pentingnya kepatuhan hukum dan disiplin akan semakin menguat. Bukan semata-mata karena khawatir akan adanya pemeriksaan, tetapi karena disiplin telah menjadi jati diri dan sikap hidup setiap prajurit maupun PNS dalam mengemban amanah tugas sehari-hari di tengah masyarakat.
Dengan adanya Ops Gaktib ini, diharapkan tidak ada lagi personel Kodim 0815/Mojokerto yang lalai terhadap kelengkapan administrasi maupun kondisi kendaraannya, sehingga citra TNI sebagai institusi yang disiplin dan profesional tetap terjaga dengan baik di mata publik.
(Jay)
