HALSEL – Sebuah makam keramat di lereng pegunungan Kabupaten Halmahera Selatan kembali dikunjungi. Kedatangan rombongan dari Kesultanan Ternate bersama puluhan warga Bacan menjadi momen haru karena tempat tersebut telah lama tertutup dan jarang diketahui publik.
Ziarah berlangsung di kawasan Air Terjun Anggoing, Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Jumat 10/9/2026. Rombongan terlebih dahulu singgah dan bermalam di kediaman Muhammad Manila, salah satu keturunan penjaga makam.
Setiba di lokasi, suasana langsung dipenuhi haru. Keluarga penjaga makam, yakni Muhammad Manila, Tamir Manila, Fadel Manila, Sarif Manila, Safura Jailan, dan Mardia Jailan menyambut kedatangan tamu dengan tarian Cakele diiringi musik tradisional sederhana.
Momen pertemuan itu diwarnai pelukan dan tangis. Baik rombongan Kesultanan maupun keluarga Manila mengenang kembali perjuangan para leluhur yang dahulu berjuang melawan penjajahan tanpa surut.
“Kami bersyukur bisa bertemu di tempat bersejarah ini. Ini bukti bahwa silaturahmi dan amanat leluhur masih terjaga,” ujar salah satu perwakilan Kesultanan Ternate.
*Pesan Agar Makam Tetap Terjaga*
Dalam pertemuan tersebut, pihak Kesultanan Ternate menitipkan pesan khusus kepada keluarga Manila sebagai penerus penjaga makam. Mereka diminta merawat lokasi keramat itu dengan penuh tanggung jawab sesuai wasiat orang tua yang telah lebih dulu wafat.
“Kawasan Air Terjun Anggoing ini adalah tempat bersejarah yang belum banyak diketahui orang. Makam Kramat dan seluruh arealnya harus dijaga dengan baik. Siapa pun yang datang ke sini harus dengan hati bersih dan niat baik, agar perjalanan ziarah berjalan lancar dan aman,” pesan pihak Kesultanan.
Sehari setelah kedatangan, tepatnya Sabtu malam 10/9/2026 sekitar pukul 18.30 WIT, digelar prosesi pemotongan dua ekor kambing sebagai bagian dari aqiqah untuk dua makam keramat. Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti seluruh rombongan.
Keesokan harinya, Minggu 11/9/2026 pukul 16.00 WIT, rombongan menyempatkan diri mandi di air terjun yang jaraknya sekitar 100 meter dari makam. Lokasi tersebut diyakini memiliki nilai spiritual tersendiri bagi para peziarah.
*Pisah Tangis dan Janji Kembali*
Setelah tiga hari berada di tengah hutan, rombongan kembali turun. Suasana perpisahan kembali mengharukan. Tangis kembali pecah saat rombongan Kesultanan Ternate berpamitan dengan keluarga Manila.
“Kami berjanji akan kembali lagi ke sini. Selain untuk berziarah, kami juga ingin memberikan bantuan agar makam ini bisa dirawat dengan lebih baik,” kata salah satu anggota rombongan.
Keluarga Manila pun berharap perhatian terhadap Makam Kramat di Air Terjun Anggoing tidak berhenti di ziarah ini. Mereka ingin situs bersejarah itu tetap terjaga dan dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang nilai perjuangan dan spiritualitas para leluhur.
Ziarah ini menjadi bukti kuatnya ikatan sejarah antara Kesultanan Ternate dengan masyarakat Bacan, serta pentingnya menjaga warisan budaya dan makam leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa. (Kandi)










