mahkota555

Kakanwil Ditjenpas Lampung Tinjau Pembinaan Produktif di Lapas Way Kanan, Tekankan Integritas dan Kemandirian Warga Binaan

Kakanwil Ditjenpas Lampung Tinjau Pembinaan Produktif di Lapas Way Kanan, Tekankan Integritas dan Kemandirian Warga Binaan

WAY KANAN, majalahglobal.com — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, Dr. Maulidi Hilal, A.Md., IP., S.H., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Way Kanan, Sabtu (12/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan sekaligus memastikan program pembinaan bagi warga binaan berjalan secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.

Setibanya di Lapas Way Kanan, Kakanwil Ditjenpas Lampung disambut langsung oleh jajaran petugas. Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil meninjau secara langsung sejumlah sarana dan kegiatan pembinaan yang dikembangkan Lapas Way Kanan, khususnya program pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan air tawar. Kakanwil melihat langsung perkembangan berbagai jenis ikan yang sebelumnya telah ditebar, di antaranya ikan nila, patin, lele, dan gurame.
Selain sektor perikanan, Kakanwil juga meninjau kegiatan kerja serta tempat produksi roti yang dikelola dan dikerjakan oleh warga binaan.

Menurutnya, kegiatan produktif di dalam Lapas bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembinaan untuk meningkatkan keterampilan, membangun rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
“Pembinaan harus memberikan manfaat nyata. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga harus mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkarya, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang mandiri serta memberikan kontribusi positif,” ujar Dr. Maulidi Hilal.

Kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan salat Zuhur berjamaah yang dipimpin langsung oleh Kakanwil. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberian arahan kepada warga binaan dan jajaran petugas Lapas Way Kanan.

Kepada warga binaan, Kakanwil berpesan agar seluruh proses pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kemandirian, diikuti dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, masa menjalani pidana harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
“Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Ikuti setiap program dengan sungguh-sungguh, karena keterampilan dan pembinaan yang diperoleh hari ini akan menjadi bekal ketika saudara kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara kepada jajaran petugas, Kakanwil menekankan pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, profesionalisme, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan pemasyarakatan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari kondisi keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari sejauh mana proses pembinaan mampu menghasilkan perubahan positif bagi warga binaan.
“Petugas pemasyarakatan harus bekerja dengan integritas, disiplin, dan profesionalisme. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berikan pelayanan terbaik. Keamanan dan ketertiban harus berjalan beriringan dengan pembinaan yang humanis, terukur, dan memberikan dampak nyata,” ungkap Dr. Maulidi Hilal.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Kantor Wilayah Ditjenpas Lampung dalam memastikan pelaksanaan program pemasyarakatan di satuan kerja berjalan sesuai arah kebijakan serta mampu memberikan hasil yang nyata.

Melalui penguatan terhadap program pembinaan kepribadian dan kemandirian, Lapas Way Kanan diharapkan terus mengembangkan kegiatan produktif yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga mampu membentuk karakter, keterampilan, dan kemandirian warga binaan.

Dengan demikian, pemasyarakatan diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pidana, melainkan menjadi proses pembinaan yang mampu mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik, mandiri, produktif, dan bertanggung jawab.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *