mahkota555

Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Lapas Kalianda Distribusikan 800 Masker untuk Lindungi WBP

Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Lapas Kalianda Distribusikan 800 Masker untuk Lindungi WBP

KALIANDA, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda bergerak cepat melakukan langkah antisipasi terhadap potensi dampak abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 800 masker dibagikan kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di kamar hunian pada Sabtu malam (5/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran Lapas Kalianda dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada WBP, khususnya dari risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Pembagian masker dilakukan secara langsung ke kamar-kamar hunian sehingga seluruh WBP dapat segera memperoleh alat pelindung pernapasan. Bersamaan dengan itu, petugas juga memberikan imbauan agar WBP menggunakan masker sesuai kebutuhan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Kalapas Kelas IIA Kalianda, Badarudin, A.Md., I.P., S.H., M.H., menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan WBP serta petugas menjadi prioritas utama jajaran Lapas, terlebih dalam menghadapi kondisi lingkungan yang terdampak abu vulkanik.
“Kami bergerak cepat sebagai langkah antisipasi. Keselamatan dan kesehatan seluruh warga binaan maupun petugas merupakan prioritas kami. Karena itu, masker langsung kami distribusikan ke kamar hunian agar dapat segera digunakan sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik,” ujar Badarudin.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan melalui pembagian masker, tetapi juga dengan pemantauan kondisi lingkungan Lapas serta perkembangan situasi secara berkelanjutan.
“Kami juga terus memantau kondisi lingkungan Lapas dan perkembangan situasi. Kami mengimbau seluruh WBP dan petugas untuk tetap tenang, tidak panik, menjaga kebersihan, menggunakan masker, serta mengikuti setiap arahan petugas dan informasi resmi dari pihak berwenang,” katanya.

Dari sisi kesehatan, Tim Medis Lapas Kelas IIA Kalianda juga melakukan pemeriksaan melalui mobile clinic. Hingga laporan dibuat, tidak ditemukan adanya gejala penyakit pernapasan berat maupun ISPA akut pada WBP maupun petugas.

Untuk memastikan kebutuhan perlindungan tetap tersedia, Lapas Kalianda juga melakukan penguatan stok masker. Dari persediaan awal sebanyak 1.800 masker, sebanyak 800 masker telah didistribusikan kepada WBP sehingga masih tersisa 1.000 masker sebagai stok internal Lapas.

Selain stok internal tersebut, Lapas Kalianda turut menerima dukungan berupa 5.000 masker dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan dampak abu vulkanik.

Badarudin menambahkan, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan Lapas memiliki kesiapan logistik apabila kondisi lingkungan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ketersediaan masker menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan kami. Prinsipnya, kami tidak menunggu kondisi memburuk, tetapi melakukan langkah pencegahan sejak dini,” tegasnya.

Jajaran Lapas Kelas IIA Kalianda juga terus memastikan situasi keamanan, ketertiban, kesehatan, dan kondisi lingkungan tetap terpantau. Seluruh petugas diminta meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan edukasi kepada WBP agar tidak mudah panik menghadapi kondisi tersebut.

Langkah cepat ini menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Kalianda dalam memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada WBP sekaligus memastikan penyelenggaraan keamanan dan ketertiban tetap berjalan secara optimal di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Tetap tenang, tetap waspada, dan bersama-sama menjaga kesehatan. Kami akan terus melakukan pemantauan serta mengambil langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi. Semoga kondisi segera membaik dan seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan,” pungkas Badarudin.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *