mahkota555

Sinergi Lapas Narkotika dan MUI Perkuat Pembinaan Keagamaan, Pelatihan Da’i bagi Warga Binaan Resmi Dibuka

Sinergi Lapas Narkotika dan MUI Perkuat Pembinaan Keagamaan, Pelatihan Da’i bagi Warga Binaan Resmi Dibuka

BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Sinergi antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung terus diperkuat melalui pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Da’i bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang resmi dibuka pada Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, membentuk karakter positif, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Ketua MUI Provinsi Lampung yang diwakili Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Suryani. Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, serta warga binaan yang menjadi peserta pelatihan.

Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan secara simbolis atribut dan buku panduan Pelatihan Da’i kepada perwakilan warga binaan. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung, Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung, dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi.

Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Suryani, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku warga binaan.
“Kami dari MUI Provinsi Lampung menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan Da’i ini. Dakwah bukan hanya tentang kemampuan berbicara di depan orang lain, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku. Karena itu, kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, memperdalam ilmu agama, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam memperbaiki diri.”tandas Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pembinaan keagamaan selama menjalani masa pidana harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini, warga binaan tidak hanya memiliki kemampuan berdakwah, tetapi juga memiliki perubahan dalam akhlak dan kepribadian. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan, serta mampu membawa pesan-pesan kebaikan.”harap Suryani.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, mengatakan bahwa pelatihan Da’i merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada proses perubahan dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di Lapas dapat menjadi momentum bagi warga binaan untuk melakukan perubahan secara positif. Melalui pelatihan Da’i ini, kami memberikan ruang kepada mereka untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.”ujar Kalapas Narkotika.

Jumadi menambahkan, kolaborasi dengan MUI Provinsi Lampung menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pembinaan keagamaan di Lapas.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan sinergi MUI Provinsi Lampung dalam pelaksanaan program ini. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga pembinaan keagamaan di Lapas semakin berkualitas dan memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku warga binaan.”tandas Jumadi.

Ia juga berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan positif di lingkungan Lapas dengan menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan materi dakwah, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memperbaiki diri, membangun kepercayaan keluarga, dan nantinya kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.”pungkasnya.

Pelatihan Da’i tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk warga binaan yang memiliki pemahaman keagamaan lebih baik, berkarakter positif, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat.

Selain meningkatkan kapasitas peserta dalam berdakwah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif melalui penguatan nilai moral, spiritual, dan pembinaan kepribadian.

Dengan adanya sinergi antara Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dan MUI Provinsi Lampung, program pembinaan diharapkan tidak berhenti selama warga binaan berada di dalam Lapas, tetapi mampu menjadi fondasi perubahan yang terus dibawa hingga mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *