38 Tahun 6 Bulan Mengabdi, Lapas Kotaagung Lepas Khaidir Ridwan Menuju Purnabakti dengan Penuh Haru dan Bangga
KOTAAGUNG, majalahglobal.com – Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai acara pelepasan purnabakti Khaidir Ridwan, insan Pemasyarakatan yang telah mengabdikan diri selama 38 tahun 6 bulan kepada bangsa dan negara. Kegiatan tersebut digelar keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung di Aula Lapas Kotaagung, Senin (31/08/2026).
Pelepasan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas perjalanan panjang Khaidir Ridwan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan.
Selama hampir empat dekade masa pengabdian, Khaidir Ridwan telah melewati berbagai dinamika dalam menjalankan tugas. Pengabdian tersebut tidak hanya menjadi catatan perjalanan karier, tetapi juga meninggalkan kenangan, pengalaman, serta hubungan kekeluargaan bersama rekan-rekan kerja.
Dalam kesempatan itu, Khaidir Ridwan menyampaikan kesan dan pesan dengan penuh haru. Ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh keluarga besar Pemasyarakatan yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
“Selama 38 tahun 6 bulan, banyak hal yang saya lalui dalam pengabdian ini. Ada suka dan duka, ada tantangan, tetapi semuanya menjadi pengalaman dan kenangan yang sangat berharga. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Lapas Kotaagung atas kebersamaan, dukungan, dan kekeluargaan yang telah diberikan selama saya menjalankan tugas.”ucap Ridwan.
Ia juga menyampaikan bahwa masa purnabakti bukanlah alasan untuk melupakan tempat dan orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Saya merasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan. Jika selama bertugas ada perkataan maupun perbuatan saya yang kurang berkenan, saya memohon maaf. Semoga silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang telah terjalin tetap terjaga, meskipun saya sudah memasuki masa purnabakti.”tandas nya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung, Ruh Harijadi, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan Khaidir Ridwan selama puluhan tahun menjalankan tugas.
Menurut Ruh Harijadi, purnabakti bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang patut disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan.
“Atas nama keluarga besar Lapas Kelas IIB Kotaagung, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Khaidir Ridwan atas pengabdian, dedikasi, loyalitas, serta kontribusi yang telah diberikan selama 38 tahun 6 bulan. Pengabdian selama itu bukanlah waktu yang singkat. Ada tenaga, pikiran, waktu, dan ketulusan yang telah dicurahkan untuk menjalankan tugas Pemasyarakatan.”ujar Kalapas.
Ruh menambahkan, jejak pengabdian Khaidir Ridwan menjadi bagian dari perjalanan institusi dan diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi penerus Pemasyarakatan.
“Purnabakti bukan berarti berakhirnya sebuah pengabdian. Ini adalah awal dari babak kehidupan yang baru. Apa yang telah Bapak Khaidir Ridwan berikan selama bertugas akan menjadi bagian dari sejarah dan kenangan keluarga besar Lapas Kotaagung. Semoga semangat, kedisiplinan, dan dedikasi beliau dapat menjadi teladan bagi kami yang masih melanjutkan tugas.”lanjut Ruh Harijadi.
Ia juga mendoakan agar Khaidir Ridwan dapat menikmati masa purnabakti dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga.
“Kami mendoakan semoga setelah memasuki masa purnabakti, Bapak Khaidir Ridwan senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kebahagiaan, dan ketenteraman bersama keluarga. Jangan pernah menganggap purnabakti sebagai perpisahan, karena silaturahmi dan kekeluargaan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Lapas Kotaagung.”pungkasnya.
Suasana haru semakin terasa ketika keluarga besar Lapas Kotaagung menyerahkan cinderamata kepada Khaidir Ridwan sebagai simbol penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat, foto bersama, pemotongan tumpeng, dan makan bersama. Kebersamaan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Pelepasan Khaidir Ridwan menjadi momentum penting bagi keluarga besar Lapas Kelas IIB Kotaagung untuk mengenang perjalanan panjang seorang insan Pemasyarakatan yang telah mendedikasikan sebagian besar masa kerjanya untuk bangsa dan negara.
Purnabakti pun bukan sekadar sebuah perpisahan dari rutinitas kedinasan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan atas sebuah pengabdian, sekaligus ungkapan bangga atas jejak yang telah ditorehkan selama puluhan tahun.
Kini, setelah 38 tahun 6 bulan mengabdi, langkah Khaidir Ridwan memasuki babak baru. Doa dan harapan terbaik mengiringi masa purnabaktinya, dengan harapan pengabdian yang telah diberikan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus Pemasyarakatan.
Oleh: Andi Raya
081272255678










