BATANG HARI – Senin pagi, 10 Agustus 2026, suasana apel rutin di Alun-alun Batang Hari berbeda dari biasanya. Setelah laporan komandan apel, Bupati Mhd. Fadhil Arief, SE, naik ke mimbar dan membawa kabar yang ditunggu ribuan pegawai.
Gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya atau Gaji ke-14 resmi cair.
“Pemkab Batang Hari mengalokasikan anggaran sebesar 65 Miliar rupiah untuk hak ASN dan PPPK tersebut mulai hari ini,” tegas Fadhil di hadapan peserta apel di halaman Kantor Bupati Batang Hari.
*Semua ASN Dapat, PNS dan PPPK Tak Dibeda-bedakan*
Pencairan ini tidak tebang pilih. Cakupannya seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Batang Hari. Mulai dari Pegawai Negeri Sipil hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
Angka Rp65 miliar itu bukan kecil. Dana sebesar itu disiapkan pemerintah daerah untuk memastikan hak pegawai terpenuhi di tengah tahun anggaran 2026.
Fadhil menyebut, kelancaran pencairan ini tidak lepas dari sinergi dengan Pemerintah Pusat.
“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas sinergi yang terjalin sehingga hak para pegawai dapat direalisasikan tepat waktu,” ujarnya.
Bagi Pemkab, ini juga soal menjaga roda birokrasi tetap berjalan. ASN dan PPPK adalah ujung tombak pelayanan publik. Jika hak mereka dipenuhi, diharapkan pelayanan ke masyarakat juga makin optimal.
*Apresiasi untuk ASN yang Tetap Profesional*
Dalam pidatonya, Fadhil juga menyinggung dinamika beberapa waktu terakhir. Isu di media sosial dan pemberitaan sempat membuat gaduh. Namun ia menilai para pegawai tetap menunjukkan profesionalitas.
“Terima kasih kepada seluruh ASN Batang Hari yang selama ini tetap bekerja dengan semangat tinggi dan konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, meskipun sempat menunggu proses pencairan ini,” tambahnya.
Kalimat itu disambut tepuk tangan peserta apel. Bagi banyak ASN, pencairan ini datang di waktu yang pas. Ada yang menggunakannya untuk kebutuhan sekolah anak, perbaikan rumah, hingga persiapan akhir tahun.
*Dana Besar, Harapan Besar*
Dengan dikucurkannya Rp65 miliar, Pemkab Batang Hari ingin mengirim sinyal: hak pegawai adalah prioritas. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, daerah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara fiskal dan kesejahteraan aparatur.
Kini bola ada di tangan ASN. Setelah hak diterima, publik menanti imbalannya: pelayanan yang lebih cepat, ramah, dan bebas birokrasi berbelit.
Seperti kata Fadhil, semangat melayani harus terus dijaga. Karena gaji cair hari ini, tapi kepercayaan masyarakat harus dijaga setiap hari. (Darmawan)










