mahkota555

DPD HMNI Halsel Kritik Pernyataan Guru Besar Unkhair Soal Air Laut Obi: Jangan Berasumsi Sebelum Ada Hasil Lab

HALSEL, majalahglobal.com – Dewan Pengurus Daerah Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (DPD HMNI) Kabupaten Halmahera Selatan menuding pernyataan Guru Besar Manajemen Kesehatan Ikan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Prof. Muhammad Aris, terkait perubahan warna air laut di Kepulauan Obi sebagai asumsi tanpa dasar ilmiah.

 

 

Pernyataan Prof. Muhammad Aris yang diberitakan di sejumlah media online menyebut perubahan warna air di Obi menjadi hijau pekat merupakan murni fenomena alam.

 

*”Akademisi Seharusnya Tunggu Hasil Uji Lab”*

Ketua DPD HMNI Halsel, Nindon Matoro mengatakan, sebagai pejabat publik dan akademisi, Prof. Aris seharusnya tidak langsung menyimpulkan penyebab perubahan warna air sebelum ada hasil uji laboratorium.

 

“Sebagai akademis seharusnya tidak langsung menyimpulkan soal perubahan fisik air di Obi adalah murni fenomena alam sebelum dilakukan uji laboratorium keluar,” jelas Nindon, Senin (04/08/2026).

 

*Butuh Parameter Kimia Untuk Pastikan Bahaya*

Menurut Nindon, perubahan warna air laut menjadi keruh, hitam, merah, atau hijau bisa disebabkan banyak faktor. Mulai dari limbah industri, limbah domestik, hingga fenomena alam seperti algal bloom atau sedimentasi lumpur.

 

Ia menekankan pentingnya pemeriksaan parameter kimia seperti pH, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) untuk menentukan tingkat bahaya suatu zat.

 

“Pernyataan dari tokoh publik tanpa dasar ilmiah dapat membahayakan keselamatan massal jika hanya berasumsi tanpa bukti otentik hasil lab. Seharusnya dilakukan uji sampel di laboratorium terakreditasi sebelum mengeluarkan pernyataan resmi ke publik,” ujarnya.

 

Sebelumnya, DLH Halmahera Selatan juga telah mengambil sampel air dan ikan mati di perairan Obi untuk diuji secara ilmiah dan mengimbau warga menahan diri mengonsumsi hasil laut di area terdampak.

 

*Jurnalis:* Kandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *