Warga Halsel Klaim Punya Bukti Dugaan Mafia BBM Subsidi dan Siap Serahkan ke Ketua Partai Politik

Majalahglobal.com, Halsel – Labuha, Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (8/7/2026). Di tengah antrean BBM yang kerap memanjang, sekelompok warga yang menyebut dirinya “Tim Investigasi BBM Subsidi” mengaku telah mengumpulkan sejumlah dokumen dan data.

 

Mereka menyatakan siap menyerahkan seluruh bukti dugaan penyelewengan BBM bersubsidi kepada partai politik, termasuk kepada Ketua DPC Partai Gerindra Halmahera Selatan, Leonar Hana Salahudin.

 

Pertanyaannya: akankah berani dibawa ke ranah hukum?

 

*”Kami Siap Serahkan Bukti, Tapi Harus Sampai ke APH”*

 

Dalam pertemuan dengan salah satu media di Labuha, perwakilan warga yang enggan disebut namanya itu menyampaikan keresahannya. Menurut mereka, praktik penyelewengan BBM subsidi masih terjadi dan melibatkan berbagai pihak.

 

“Kami sangat bersedia memberikan seluruh bukti dugaan Mafia BBM subsidi kepada pihak partai mana saja termasuk Ketua DPC Gerindra Halsel. Tapi pertanyaannya, beranikah membuka ke publik dan mendorong agar kasus ini dilaporkan ke APH?” ujar salah satu warga.

 

Warga tersebut menyebut, dugaan keterlibatan dalam kasus ini tidak hanya pada penyaluran BBM. Ada juga dugaan keterlibatan oknum aparat keamanan, oknum pejabat di lingkungan Pemda Halsel, hingga oknum wartawan.

 

Mereka juga menyinggung adanya informasi terkait dugaan pemerasan dengan nominal belasan juta rupiah. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian terkait hal tersebut.

 

“Kami juga siap menyerahkan bukti kepada siapa saja. Tapi bukan untuk dimanfaatkan demi keuntungan pribadi atau melakukan pemerasan. Jika ketahuan, akan kami laporkan secara resmi,” tegasnya.

 

*Janji Bonus Rp10 Juta dari DPD Gerindra Malut Disinggung*

 

Warga juga menyinggung adanya informasi dari DPD Gerindra Maluku Utara beberapa waktu lalu yang disebut-sebut menjanjikan bonus Rp10 juta bagi pihak yang berani membongkar kasus BBM subsidi.

 

“Apakah Ketua DPC Gerindra Halsel, Leonar Hana, berani memberikan dorongan dan membawa kasus tersebut ke ranah hukum? Termasuk soal janji bonus Rp10 juta yang pernah disampaikan DPD Gerindra Malut?” tanya warga.

 

Mereka berharap, jika Ketua DPC Gerindra Halsel bersedia, bisa segera memberikan klarifikasi melalui media. Warga juga menyatakan akan mendatangi kantor DPC Gerindra untuk menyerahkan bukti-bukti yang mereka miliki.

 

“Kami minta waktu dekat agar ada klarifikasi. Setelah itu kami akan temui di kantor DPC Gerindra untuk menyerahkan bukti-buktinya,” pinta warga.

 

*Soal Nama Oknum Wartawan dan Kasus di Desa Babang*

 

Dalam pernyataannya, warga juga menyinggung adanya permintaan keterangan kepada Ketua DPC Gerindra Halsel oleh oknum wartawan terkait dugaan kasus BBM subsidi di Desa Babang.

 

Warga menyebut ada bukti transfer uang sebesar Rp10 juta yang dikait-kaitkan dengan hal tersebut. Namun mereka menekankan, hal itu baru sebatas pengakuan dan data yang mereka pegang. Proses hukum lebih lanjut ada di tangan aparat penegak hukum.

 

“Kami hanya menyampaikan apa yang kami temukan. Untuk benar atau tidaknya, biarlah proses hukum yang membuktikan,” ujar warga.

 

*Hukum dan Transparansi Jadi Kunci*

 

Hingga berita ini ditayangkan, _Majalahglobal.com_ belum menerima konfirmasi resmi dari Ketua DPC Partai Gerindra Halmahera Selatan, Leonar Hana Salahudin, terkait pernyataan warga tersebut. Upaya konfirmasi juga masih dilakukan kepada pihak-pihak lain yang namanya disebut.

 

Praktik penyelewengan BBM subsidi memang menjadi perhatian publik di berbagai daerah. Di Halsel, persoalan ini kerap dikeluhkan warga karena berdampak pada kelangkaan dan antrean panjang di SPBU.

 

Atas dasar itu, warga berharap ada keberanian dari semua pihak, termasuk partai politik, untuk mendorong transparansi dan pelaporan ke aparat penegak hukum jika memang ditemukan bukti kuat.

 

“Kami tidak menuduh. Kami hanya ingin kasus ini terang. Kalau ada bukti, serahkan ke polisi. Biar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup salah satu perwakilan warga.

 

Sampai saat ini, pihak kepolisian Polres Halmahera Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait adanya laporan baru soal dugaan mafia BBM subsidi di wilayah tersebut.

 

(Reporter: Kandi)

 

Catatan Redaksi: Majalahglobal.com menjunjung asas praduga tak bersalah. Semua pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan ini berhak memberikan hak jawab dan hak klarifikasi.

Exit mobile version