MOJOKERTO – Panas matahari di atas pematang sawah Dusun Wonokerto, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, tidak menyurutkan langkah jajaran Polsek Pacet. Sabtu [4/7/2026], mereka tidak datang dengan borgol, melainkan dengan catatan dan informasi harga.
Lewat program “Binmas Pioner”, Patroli 14.02 Polsek Pacet turun langsung ke lahan pertanian milik warga. Kali ini sasarannya lahan jagung milik Bapak Santoso di Dusun Pamotan. Tujuannya satu: memastikan petani tidak dirugikan dan hasil panen bisa dijual dengan harga layak.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Polsek Pacet terhadap program Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan dan swasembada.
*Turun ke Lahan, Bukan Sekadar Patroli*
Berbeda dari patroli biasanya, kali ini para personel berhenti di tengah sawah. Mereka mengecek kondisi tanaman, bertanya tentang perawatan, hingga kendala hama dan pupuk yang dihadapi petani.
Bagi Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., kehadiran polisi di lahan adalah bentuk pengabdian baru. Keamanan tidak hanya soal kamtibmas, tapi juga soal perut dan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan para petani mendapatkan informasi yang akurat mengenai harga pasar. Dengan begitu, petani di Pacet bisa mendapatkan hasil yang maksimal dari jerih payah mereka,” ungkap Kapolsek Pacet di sela kegiatan.
Ia menegaskan, pendekatan ini adalah wujud dari semangat “Polisi Rakyat”. Dengan komunikasi langsung di lapangan, diharapkan terjalin kepercayaan antara aparat dan warga tani.
*Patahkan Rantai Tengkulak Lewat Edukasi Harga*
Momen paling penting terjadi saat petugas mengumpulkan petani. Di sanalah sosialisasi harga beli jagung dari Bulog disampaikan secara terbuka.
Selama ini, banyak petani yang menjual hasil panennya dengan harga ditekan tengkulak karena tidak tahu standar harga resmi. Melalui “Binmas Pioner”, Polsek Pacet ingin memutus mata rantai itu.
Petugas mensosialisasikan dua standar harga terbaru dari Bulog:
1. *Jagung pipilan kering kadar air 18-20%* dibeli seharga *Rp5.500 per kilogram*.
2. *Jagung kadar air 14%* dibeli seharga *Rp6.400 per kilogram*.
“Dengan tahu harga resminya, petani jadi punya pegangan saat bernegosiasi. Jangan sampai hasil kerja keras berbulan-bulan dijual murah karena ketidaktahuan,” jelas salah satu anggota Patroli 14.02 kepada para petani.
Para petani di Dusun Wonokerto menyambut baik informasi tersebut. Mereka mengaku selama ini hanya mengikuti harga dari pengepul tanpa tahu acuan dari pemerintah.
*Jaga Sawah Demi Ketahanan Pangan Nasional*
Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah persawahan Desa Warugunung terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti selama pendampingan berlangsung.
Program “Binmas Pioner” ini akan terus digalakkan Polsek Pacet ke desa-desa lain yang menjadi sentra pertanian di wilayah Pacet.
Langkah kecil di pematang sawah ini diharapkan menjadi kontribusi besar. Dengan melindungi petani dari kerugian, menjaga stabilitas harga, dan memastikan produksi tetap jalan, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat untuk mendukung swasembada pangan nasional. [Jay/Adv]
