LUMAJANG – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memasang alat ultrafiltrasi di Pondok Pesantren Khomsani Nur Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, 25-26/6/2026. Program itu digagas Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Korosi, Departemen Teknik Material dan Metalurgi FTIRS ITS.
Pemasangan dilakukan selama dua hari. Kegiatannya meliputi kunjungan, instalasi alat, pelatihan penggunaan, dan pendampingan teknis.
Tujuannya meningkatkan kualitas air sumur artesis milik pesantren. Air tersebut akan digunakan untuk kebutuhan santri sehari-hari.
*TDS Turun 94 Persen*
Hasil uji menggunakan alat Total Dissolved Solids (TDS) menunjukkan penurunan signifikan. Kadar zat padat terlarut turun dari 199 ppm sebelum filtrasi menjadi 11 ppm setelah filtrasi.
Meski begitu, Tim ITS menyebut pengujian laboratorium lanjutan masih diperlukan. Pengujian fisik, kimia, dan mikrobiologi diperlukan untuk memastikan air memenuhi standar air minum.
Selain alat ultrafiltrasi, tim juga membangun tempat wudhu dan memasang atap galvalum. Atap itu untuk melindungi sumur artesis dan instalasi filtrasi agar lebih awet.
*Pendampingan Berkelanjutan*
Pimpinan Pondok Pesantren Khomsani Nur mengapresiasi bantuan ITS.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan alat ultrafiltrasi serta kepedulian ITS Surabaya. Semoga semua bantuan, ilmu, tenaga, dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Pihak pesantren menyebut pendampingan tidak berhenti di pemasangan. Tim dosen dan mahasiswa ITS akan terus melakukan evaluasi agar sistem berjalan berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi perguruan tinggi dan pesantren dalam menghadirkan teknologi tepat guna untuk air bersih. (Atz)
