mahkota555

JLS Buka Akses, PWMR Lihat Langsung Dampaknya di Pantai Pasir Putih Karanggongso

JLS Buka Akses, PWMR Lihat Langsung Dampaknya di Pantai Pasir Putih Karanggongso
Kebersamaan PWMR
Majalahglobal.com, Trenggalek – Deretan tebing kapur dan lengkungan Jalur Lintas Selatan (JLS) mengantar rombongan Persatuan Wartawan Mojokerto Raya (PWMR) menuju Pantai Pasir Putih Karanggongso, Trenggalek, Sabtu 27/6/2026 dini hari.

 

Perjalanan malam selama ±2 jam dari Mojokerto itu terasa berbeda. Tidak lagi menembus jalur berkelok sempit, JLS menyuguhkan aspal lebar yang mengapit laut lepas di sisi kanan dan tebing karst di sisi kiri.

 

Puluhan jurnalis dari berbagai media itu datang bukan sekadar rekreasi. Lewat Press Tour 2026, PWMR ingin melihat langsung bagaimana infrastruktur baru mengubah wajah pariwisata pesisir selatan Jawa Timur.

 

*Dari Jalur Sulit ke Rute Wisata Favorit*

Dulu, menuju Karanggongso identik dengan jalan sempit, tanjakan, dan waktu tempuh yang menguras tenaga. Kini, JLS memangkas jarak dan waktu.

 

Sepanjang perjalanan, mobil rombongan berhenti beberapa kali. Bukan karena macet, tapi untuk mengambil gambar. Kabut tipis di atas laut, tebing yang menjulang, dan garis pantai yang memanjang jadi latar foto yang tak ingin dilewatkan.

 

“JLS ini game changer. Akses jadi jauh lebih cepat dan aman. Wisatawan nggak mikir dua kali lagi ke Trenggalek Selatan,” ujar Ketua PWMR, Jayak Mardiansyah.

 

Tiba di Karanggongso sekitar pukul 01.10 WIB, rombongan disambut suasana pantai yang sepi dan tenang. Pasir putih bersih membentang, air teluk tidak berombak, dan pepohonan cemara laut memberi keteduhan.

 

*Karanggongso, Wajah Baru Pariwisata Watulimo*

Pemilihan Karanggongso bukan tanpa alasan. Pantai ini menjadi salah satu destinasi yang paling terdampak positif keberadaan JLS.

 

Ketua PWMR Jayak Mardiansyah menyebut, kunjungan ini adalah bentuk pengawasan sekaligus dukungan media terhadap pembangunan daerah.

 

“Kami ingin melihat langsung dampak positif JLS terhadap peningkatan kunjungan wisata. Karanggongso ini contoh konkretnya. Infrastruktur jalan bagus, wisatawan datang, ekonomi lokal bergerak,” kata Jayak.

 

Menurutnya, peran media penting untuk memperluas jangkauan promosi. “Sekaligus melihat peran media dalam mempromosikan destinasi seperti ini agar makin dikenal luas, tidak hanya di Jawa Timur tapi juga nasional,” ujarnya.

 

*Banana Boat hingga Seafood Khas Nelayan*

Saat fajar menyingsing pukul 05.30 WIB, sebagian peserta sudah di bibir pantai. Kamera dan ponsel bersiaga menangkap momen sunrise di atas teluk yang tenang.

 

Setelah itu, agenda Press Tour berlanjut dengan menjajal langsung wahana wisata. Para jurnalis naik perahu wisata keliling teluk, merasakan deburan air dan angin laut. Adrenalin naik saat menjajal banana boat beramai-ramai.

 

Tidak lengkap tanpa kuliner. Rombongan menutup kegiatan dengan menyantap seafood segar khas nelayan Watulimo. Ikan bakar, udang, dan kepiting disajikan langsung dari tangkapan nelayan setempat.

 

“Ini bukan hanya wisata. Ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. Nelayan dapat penghasilan, UMKM kuliner hidup,” kata Jayak.

 

*Komitmen Media untuk Promosi Daerah*

Menutup kegiatan sekitar pukul 09.20 WIB, PWMR menegaskan komitmennya. Laporan, foto, dan video dari Press Tour ini akan dipublikasikan masif di media masing-masing anggota.

 

“Promosi masif dari media diharapkan dapat terus mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Trenggalek,” pungkas Jayak.

 

Dengan JLS yang terus tersambung dan promosi yang masif, Pantai Pasir Putih Karanggongso diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata baru Jawa Timur di sisi selatan. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *