mahkota555

Anak itu Spons, Ketua Persit Kodim 0815 Ajak Orang Tua Jadi Teladan di Era Digital

MOJOKERTO – Aula Kantor Kelurahan Gedongan, Magersari, Kota Mojokerto, penuh orang tua, Ahad 14/6/2026. Mereka datang buat ngobrolin satu topik yang sekarang lagi jadi PR semua keluarga: gimana cara didik remaja di era media sosial.

 

 

Ketua Persit KCK Cabang XXX Kodim 0815, Ny. Anjani Abi Swanjoyo, jadi narasumber. Tema yang diangkat: “Peran Orang Tua dalam Menguatkan Karakter Remaja – Komunikasi Efektif dan Tips Menjadi Remaja Berkarakter Hebat”.

 

*“Remaja Itu Spons, Tiru Apa yang Dilihat”*

Dalam pemaparannya, Ny. Anjani ngingetin satu analogi sederhana. “Anak dan remaja itu ibarat spons. Mereka menyerap semua yang dilihat dan dirasakan dari lingkungan terdekatnya. Makanya, keteladanan orang tua jadi kunci utama,” ujarnya.

 

Ia bilang, masa remaja itu fase “pencarian jati diri” yang rawan. Kalau orang tua cuma ngasih perintah “jangan ini, jangan itu” tanpa dialog, anak malah nutup diri.

 

Solusinya: komunikasi dua arah. “Orang tua harus jadi pendengar yang baik. Kasih penjelasan bijak, bukan cuma larangan. Biar anak merasa dihargai dan mau terbuka cerita,” jelasnya.

 

*PR Terbesar: Media Sosial*

Ny. Anjani juga nyorot tantangan terbesar orang tua zaman now: gadget dan medsos. Pengaruhnya gede banget ke pola pikir anak.

 

“Orang tua nggak bisa cuma ngelarang. Kita harus jadi pendamping sekaligus pengarah. Ajarin anak pakai teknologi buat hal positif. Karena kalau kita nggak ngarahin, algoritma yang ngarahin,” tegasnya.

 

*3 Gaya Asuh, Mana yang Dipilih?*

Di sesi tanya jawab, ia sekalian ngupas 3 gaya asuh yang sering dipakai:

1. *Permisif*: Bebas, tanpa aturan. Anak nggak disiplin.

2. *Otoriter*: Aturan keras, tanpa diskusi. Anak nurut tapi takut.

3. *Autoritatif*: Ada aturan, tapi ada ruang dialog. Ada kasih sayang + disiplin.

 

“Dari 3 itu, yang paling ideal ya autoritatif. Tegas tapi hangat. Aturannya jelas, tapi anak tetap dikasih ruang ngomong,” pungkasnya.

 

Acara ini jadi pengingat: nguatin karakter anak nggak bisa cuma diserahin ke sekolah. Rumah tetap jadi madrasah pertama. Dan orang tua, mau nggak mau, harus siap jadi guru + teladan 24 jam.

 

Reporter: (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *