Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu

Babel, majalahglobal.com – Kelanjutan pemberitaan soal Bendera merah putih berkibar dalam keadaan rusak, robek, luntur, kusut dan kusam. Ditemukan pada 20 February 2024 lalu, dihalaman puskesmas dan Polsek ber-alamat Tanjung labu, kecamatan lepar pongok, kabupaten Bangka Selatan, provinsi Bangka Belitung, Minggu 25 February 2024

Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu
Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu

Kuatnya dugaan pembiaran muncul karena aturan undang-undang menyatakan bahwa setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam (Pasal 24 huruf c). Pelanggaran tersebut dapat dipidana dengan hukuman penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp.100 juta (Pasal 67).

Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu
Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu

Sayangnya, bendera rusak, sobek, luntur, kusut dan kusam bukan hanya di Puskesmas Tanjung Labu, juga ditemukan di halaman kantor Polsek Lepar Pongok

Kepala Puskesmas, Herman, mengakui kelalaian tersebut dan berjanji untuk segera menggantinya saat dikonfirmasi melalui telpon sluler.

Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu
Belum Ada Tindakan Tegas Atas Kelalaian Bendera Kusam Dan Robek Dikantor Puskemas Dan Polsek Desa Tanjung Labu

Dalam konfirmasi melalui WhatsApp, Herman menjelaskan bahwa faktor cuaca dan angin kencang menyebabkan bendera mudah kusam dan sobek. Namun, ia memastikan telah menggantinya dan meminta maaf atas kejadian tersebut

Dengan kelalaian yang lakukan oleh kepala puskesmas dan oknum APH membuat salah satu anggota pemuda Pancasila (PP) Babel mendidih dan memberikan pernyataan dan sikap

“Dalam hal ini tidak bisa di diamkan, itu kelalaian dan unsur kesengajaan dan menghina pahlawan pendiri bangsa jadi bukan hanya maaf atau pun sekedar teguran, tapi sangsi tegas dari pemerintah basel ataupun APH setempat

Baca Juga :  DPD GRANAT Provinsi Lampung Hadiri Kuliah Daring di Harvard University: Implikasi Ilmu Saraf dan Ganja Terhadap Hukum dan Kebijakan

Kita pantau terus, jelas undang-undang yang mengatur lambang negara kita bukan hanya teguran tetapi sangsi berat. Saya tidak perduli siapa Mereka, klau salah tetap salah nggak segan-segan menegur dan melaporkan mereka kejenjang”ucapnya

“minta maaf dan mengganti mengibarkan bendera merah putih yang baru dianggap selesai, Sangat disayangkan ketegasan pemerintah dan APH setempat dengan masalah ini hanya mendapatkan teguran semata tanpa ada sangsi yang tepat sesuai undang- undang yang berlaku

Saya sangat miris dan prihatin seorang kepala puskesmas dan oknum APH tidak menghargai perjuangan pahlawan pendiri bangsa ini yang telah berkorban harta benda, keluarga dan nyawa untuk merebut bendera merah putih berkibar di bumi pertiwi indonesia

tetapi banyak sekali di jumpai di berbagai pelosok bahkan disalah satu kantor APH polsek tanjung labu, yang tidak peduli dan memelihara bendera merah putih sampai berkibar 24 jam, sehingga warna berubah dan compang camping ini sangat memprihatinkan.
Sekarang tinggal enak duduk di kursi empuk tanpa angkat senjata melawan penjajah untuk mendapatkan kedudukan, coba bayangkan para pejuang kusuma bangsa ini yg telah gugur di medan perang yang mempertahankan bendera merah putih tetap berkibar di tanah bumi pertiwi indonesia, “tuturnya

Baca Juga :  Gedung Perpustakaan Umum Yang Baru di Bangun Sudah Ada Kretakan

Meski demikian, kelalaian ini sangat disayangkan. Awak media berupaya mengkonfirmasi PJ Gubernur Bangka Belitung, Safrizal, yang menegaskan pentingnya menghargai bendera dan berharap para pejabat lebih sensitif terhadap masalah ini.

PJ Gubernur kep.babel Safrizal saat dikonfirmasi, mengatakan

“Hargai jasa para pahlawan yang susah payah menegakkan merah putih. Perlakukan lah bendera dengan segenap jiwa. Agar pejabat lebih sensitif dalam soal ini, “ucapannya

Namun, Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan AKP Tiyan Talingga dan Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid enggan memberikan tanggapan.

Sampai berita ini dipublikasikan awak media tetap berupaya mengkonfirmasi pihak terkait, berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kalangan pemerintah maupun swasta, terutama khusus di kantor APH di masa mendatang(team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *