Polemik Penambangan Emas di Desa Kusubibi, Bacan Barat, Halsel

Polemik Penambangan Emas di Desa Kusubibi, Bacan Barat, Halsel
Polemik Penambangan Emas di Desa Kusubibi, Bacan Barat, Halsel

Majalahglobal.com Halsel,- Penambang emas Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan menyebut oknum polisi Sektor Polsek Indari (Halsel) melakukan pungli ke penambang selama setahun, Rabu (21/9/2022).

 

Hal ini disampaikan Warga Masyarakat Desa Kusubibi Kec. Bacan Barat (Halsel) yang enggan menyebutkan namanya

 

Dihadapan sejumlah Wartawan Biro Halsel. Ia mengatakan sudah satu tahun pihak Polsek Indari melakukan pungutan liar di tambang Desa Kusubibi.

 

“Jika di hitung semua hasil punggutan liar yang diduga dilakukan pihak Polsek Indari, maka uangnya sudah mencapai ratusan juta rupiah. Kami merasa aneh, sebab Anggota Polsek Indari bertahun-tahun tinggalnya di areal tambang, kami yakin oknum polisi yang menagih uang tidak memiliki surat tugas di Desa Kusubibi karena ada Babhinkamtibmas tetapi jarang datang bertugas,” tuturnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, selama ini berbagai kesalahpahaman warga setempat tidak ada pihak kepolisian yang menyelesaikan persoalan yang terjadi.

 

“Jadi selama ini Babinsa Pak Patimura dan Danpos dari Koramil Bacan yang menangani semua masalah hukum yang terjadi di Desa Kusubibi. Bahkan di tingkat mediasi Warga yang bermasalah ditangani oleh Babinsa sekalipun ada pihak kepolisan tetapi mereka selalu diam dan abaikan aduan Warga,” ungkapnya.

 

Terpisah, Dikeluhkan Warga penambang emas Bapak DS selaku pemilik tong yang mengaku dirinya memberikan uang Rp.2. 000.000 per bulan ke Oknum Anggota Polsek Indari saat didatanginya.

Baca Juga :  Cooling System Pasca Pungut Suara Kapolres Pasuruan Ajak Ulama dan Elemen Masyarakat Mempererat Silaturahmi

 

“Biasanya kami ditagih Lima Ratus Ribu Rupiah sekali toyong. Tetapi saya tidak sanggup membayar karena banyak tombo sehingga saya berikan tiap bulan sekali ke Bapak Mudar Anggota Polsek Indari sebesar Rp.2.000.000 saat ditagih,” jelasnya.

 

Ditanya sudah berapa lama Anggota Polsek melakukan penagihan uang haram tersebut,

 

DS membenarkan sudah setahun. Sudah satu tahun sampai saat ini.

 

Hal ini juga disampaikan LD selaku pemilik tong mengaku dirinya sering didatangi Anggota Polsek Indari yang melakukan penagihan uang.

 

“Iya saya sering di tagih uang sama Anggota Polsek dari Desa Indari. Tetapi kadang saya kasih sekali toyong Rp.500.000 dan kadang tidak saya kasih karena sekali toyong banyak tombo sehingga tidak ada hasil. Apa lagi tong ini saya masih berhutang di orang karena saya beli belum lunas,” jelas LD.

 

Selang waktu juga dibenarkan BS selaku pemilik tong bahwa dirinya sebatas tiga kali memberikan uang kepada oknum Anggota Polsek Indari saat meminta uang dengan alasan merasa dirugikan.

 

“Saya baru kasih tiga kali saja, jadi yang pertama saya berikan Rp.500.000 dan yang kedua Rp.500.000 begitu juga yang ketiga Rp.500.000. sehingga jumlah total Rp. 1.500.000,” kata BS.

 

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Polsek Indari Kecamatan Bacan Barat Halsel Muhdar Ibrahim saat ditemui wartawan di lokasi tambang Desa Kusubibi mengatakan terkait pencabutan Material Emas sebanyak seratus persen dibuka tiga bagian.

Baca Juga :  Pesisir Pantai Tanjung Ratu Aktivitas Tambang Timah Iilegal Belum Ada Tindakan Tegas Dari APH

 

“Kalau pencabutan material hasilnya seratus persen dibuka 3 bagian. 60 persen untuk Dana Masjid, 20 Persen ke Kas Desa dan 20 persen masuk ke operasional,” kata Muhdar.

 

Lebih lanjut dikatakannya, jika pengolah tong ada yang tidak kegiatan dan ada juga jalan. Jadi tergantung hasil tong. Pada prinsipnya siapa saja masuk seperti keamanan diberikan partisipasi.

 

“Kemudian ada tamu yang datang maka pihak tong memberikan partisipasi jadi siapapun saja asalkan aman. Itu pun kalau rendaman dan tong terdapat banyak tombo maka tidak ada partisipasi nanti ada kelebihan barulah ada uang partisipasi. Jika kami ada kegiatan maka dikomunikasikan bisa bantu kami berapa besar, sehingga ketika kami turun tinggal dikomunikasikan, tutur Muhdar. (Kandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *