Ada Penimbun BBM Ilegal Solar Terbesar Di Desa Kusubibi

Ada Penimbun BBM Ilegal Solar Terbesar Di Desa Kusubibi
Ada Penimbun BBM Ilegal Solar Terbesar Di Desa Kusubibi

Majalahglobal.com, Halsel – Pelaku pemasok BBM subsidi jenis Solar terbesar di Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan diduga kuat menakuti Wartawan hingga menyebut Solar milik TNI dibeli dengan harga Rp. 17.000 di per liter.

 

Sebelumnya, Dari pantauan Wartawan di Desa Kusubibi Kec. Bacan Barat Halmahera Selatan pada tanggal 18 September 2022 terlihat satu buah perahu fiber menggunakan Mesin jonson 40 pk itu dipenuhi dengan muatan 65 Gelong berisi BBM bersubsidi jenis Solar di pelabuhan Desa Kusubibi Halmahera Selatan diangkut oknum pelaku dalam per hari dua kali bolak-balik.

 

Sementara, Pembawa Lombot Apriadi Wahab alias Aril bertempat tinggal di Desa Kupal Halmahera Selatan pada Wartawan Biro Halsel mengaku Solar diangkutnya atas perintah ibu Susi.

 

“Saya angkut dari Desa Kupal atas perintah Ibu Susi karena Solar milik Susi,” kata Aril, Selasa (20/9/2022).

 

Sementara itu, Susi diduga kuat membohongi Wartawan dengan memberikan identitas dan informasi palsu.

Baca Juga :  Nyoblos itu Mbois, Milenial Nonton Gratis Pasca Gunakan Hak Pilih di Kota Malang

 

Susi mengatakan tidak mengetahui jika BBM yang diangkut pembawa Lombot adalah BBM jenis Solar melainkan BBM jenis Pertamax yang dibelinya dari seorang TNI menggunakan seragam lengkap di Desa Kupal Kec. Bacan Selatan Halmahera Selatan yang tidak diketahui Nama Anggota TNI tersebut.

 

Dengan begitu, Pelaku mengaku Solar yang dijual Anggota TNI padanya dengan harga Rp. 17.000 per liter kemudian dijual kembali ke pihak pengusaha tambang di Desa Kusubibi dengan Harga Rp. 18.000 per liter.

 

Selain itu, Oknum pelaku juga membenarkan bahwa Solar tersebut yang dijualnya di Desa Kusubibi sudah setahun dan tidak memiliki ijin usaha maupun ijin tampungan dan ijin angkut.

 

“Solar yang ada di perahu jonson punya saya yang Pak Wartawan lihat. Kalau saya tidak punya ijin, untuk apa buka usaha Minyak harus urus ijin. Tidak perlu memiliki ijin itu. Saya tidak mau urus hal-hal begitu, kalau saya tidak punya ijin siapa yang marah atau siapa mau cegah saya,” kata Susi.

Baca Juga :  Logistik Pemilu Didistribusikan, Pj Wali Kota Mojokerto: Jangan Memperbesar Hal Sepele, Lakukan Sesuai SOP

 

Sebagai informasi, Susi merupakan Warga Desa Leleojaya Kecamatan Kasiruta Timur Halmahera Selatan dan menikah dengan seorang lelaki yang bernama Arfan Asal Warga Desa Kupal dan bertempat tinggal di Desa Kupal Kecamatan Bacan Selatan, Halmahera Selatan. (Kandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *