Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto akan menutup sejumlah ruas jalan di area Kota Mojokerto. Penutupan tersebut dilakukan dalam rangka Karnaval Kemerdekaan 2022, pada Sabtu (20/8) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Satlantas (Satuan Lalu Lintas) Polres Mojokerto Kota mengimbau bagi masyarakat yang hendak melintas di Surodinawan, Jalan Tribuana Tungga Dewi, Jalan Brawijaya, dan Jalan Hayam Wuruk untuk melewati jalan alternatif lain.
“Mulai dari Simpang Murukan mengarah ke Utara, ditutup total. Ada 21 titik yang kami alihkan demi kelancaran acara,” jelas IPTU Sukaren, SH. selaku Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lalu Lintas (KBO Lantas) saat diwawancarai via telepon.
Satlantas Polres Mojokerto Kota pun telah menyiapkan beberapa jalan alternatif yang bisa dilewati. Di antaranya, untuk akses jalan yang mengarah ke Jombang bisa melalui By Pass, Jalan RA. Basuni, dan Jampirogo.
Kemudian untuk arah ke Surabaya bisa melalui By Pass, untuk dalam kota melalui Jalan Pahlawan, Jembatan Gajah Mada.
Sementara untuk arah ke Kota Mojokerto dari wilayah utara bisa melalui By Pass, Sekar Putih, Kedungsari, dan Jembatan Gajah Mada.
IPTU Sukaren, S.H. menambahkan, rencana pengamanan di lokasi start dan finish dilakukan oleh Samapta Bhayangkara (Sabhara). Sedangkan pengamanan di perlintasan dilakukan oleh Satlantas.
“Total 122 personil akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan giat tersebut,” ucapnya.
Bagi para peserta karnaval, pihaknya juga mengimbau agar tidak melakukan selebrasi atau atraksi di titik tertentu.
“Sambil jalan, sambil atraksi, tidak berhenti. Agar bisa lebih kondusif dan demi efektifitas waktu,” ujar IPTU Karen, sapaan akrab KBO Lantas Polres Mojokerto Kota.
Selain memastikan kelancaran lalu lintas, strategi juga disusun untuk mengantisipasi aksi kriminal yang mungkin muncul di tengah keramaian.
“Akan ada petugas kepolisian yang mobile di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Karnaval Kemerdekaan 2022 Kota Mojokerto akan dimeriahkan dengan penampilan gerak jalan, sepeda hias, dan pawai pembangunan. Serta diikuti oleh siswa-siswi SD/MI – SMA/MA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat umum. (Jay)










