Majalahglobal.com, Mojokerto – Hari Ketiga Pewarta Kabupaten Mojokerto Mbalarah Bareng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto berjalan sukses, Rabu (27/7/2022).

Kali ini para pewarta diajak mengunjungi Kampung Majapahit yang berada di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna Menjelaskan bahwa Kampung Majapahit Desa Bejijong adalah Desa Wisata berbasis seni budaya yang juga sangat terdampak pandemi Covid-19 seperti sektor wisata lainnya.
“Berkat adanya pasar rakyat dan pembinaan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, maka ekonomi warga Desa sekitar naik signifikan. Saat ini kita tengah proses pemulihan ekonomi. Kami buatkan kegiatan Pasar Rakyat Kampung Majapahit setiap satu bulan sekali. Kegiatan tersebut melibatkan semua masyarakat yang ada di Desa Bejijong. Peningkatan Ekonominya ya sangat signifikan, kisaran 50 sampai 60 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, di Desa Bejijong terdapat tiga peninggalan bersejarah kerajaan Majapahit, yaitu Candi Brahu, Candi Gentong, dan Makam Siti Inggil yang merupakan makam sang Raja Majapahit yaitu Raden Wijaya.
“Di Desa Bejijong juga terdapat Maha Vihara Majapahit yang mana patung ini menjadi patung Buddha Tidur terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga di Asia Tenggara,” paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, karena menjadi desa dengan peninggalan sejarah yang banyak, Desa Bejijong dijuluki sebagai Kampung Majapahit. Yang mana Kampung Majapahit ini merupakan Desa Wisata berbasis Seni Budaya yang telah meraih penghargaan 50 besar Anugerah Desa Wisata dari total 1.831 Desa Wisata oleh Kemenparekraf RI tahun 2021 kemarin.
“Selain menawarkan wisata peninggalan sejarah, disini UMKM-nya sangat populer di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Ada Pengrajin Cor Kuningan, Home Stay Majapahit, Kaos Khas Majapahit, Batik Tulis Majapahit dan masih banyak yang lainnya. Serta Kuliner Khas Desa Bejijong Majapahit ada Ayam Kemaron, Tumpeng Paripurna dan Telur Asin Asap,” terangnya.
Masih kata Pradana, Terdapat 198 rumah Majapahit, 50 disiapkan menjadi homestay dan digunakan untuk penginapan bagi wisatawan. Sementara lainnya dipakai untuk toko, tempat penjualan kesenian dan lainnya.
“Rumah itu nampak sederhana dengan pondasi batu bata, genting juga kamar mandi disulap seperti masa kerajaan terbesar di bumi Nusantara dulu,” ujarnya.
Menurut Pradana, pihaknya menyiapkan dua paket wisata dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp. 450 ribu bagi wisatawan.
“Wisatawan satu hari full di kampung Majapahit dan bisa merasakan kembali suasana masa kerajaan. Para wisatawan juga menginap di home stay dan mendapatkan sarapan pagi kemudian sorenya mendapatkan snack dan kopi,” tutupnya. (Jay/Adv)










