SIDOARJO,majalahglobal.com – Sungai adalah aliran air di permukaan dan berbentuk memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu menuju hilir.
Sangat di sayangkan bila tidak ada kesadaran manusia untuk tidak mencintai lingkungan sungai, yang mana sebenarnya sungai itu sangat berperan penting bagi sumber kehidupan.
Tertumpuknya sampah, dimana sangat mencemari lingkungan disekitar sungai, apalagi di sana juga ada beberapa penduduk yang sangat terganggu dengan aroma busuk sungai yang ada di dekat perempatan pilang.

Sampah yang dibuang di sembarangan ke sungai kotor dan bau. Penguraian awal zat organik sampah yang lambat dan konsumsi oleh mikroorganisme menghasilkan serangkaian senyawa kimia yang berbau.
Membuang sampah sembarang di sungai memberikan dampak buruk yang serius.
Dampak buruk yang terjadi pada kesehatan manusia dan lingkungan jika perilaku membuang sampah sembarang ke sungai tidak di hentikan.
Pendangkalan air sungai akibat penumpukan sampah, akan membuat volume tampungan air sungai berkurang. Ketika hujan besar atau ada kiriman air, sungai tidak mampu menyediakan volume yang cukup untuk air mengalir.
Rizki (39) salah satu warga Desa Pilang RT. 6 RW. 4 , sangat mengeluh dengan adanya sampah yang menumpuk hingga berbau, karena memang setiap harinya saudara tersebut aktifitasnya di tempat parkir (dekat perempatan pilang).
“Jikalau sampahnya menumpuk ini sangat terganggu mbak, karena baunya, dan terkadang sungainya hampir tak terlihat, karena penuhnya sampah di area sungai,” terangnya.
Rizki (39) menambahkan saat di wawancarai oleh Media Majalah Global,”Mohon Pedulinya Dinas Pengairan Dan DLHK Terhadap Sampah Di Aliran Sungai Yang Ada Di Perempatan Pilang,”ucapnya.

Seandainya di cek setiap Minggunya dimungkinkan sampah tidak seperti itu,selalu menumpuk di aliran air dan tidak di biarkan begitu saja, sehingga bau pada sampah masih mencemari lingkungan dan udara,harapannya semoga lebih diperhatikan lagi dan segera di tindaklanjuti,”tutupnya.(ldy/mg)










