Mojokerto – Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH. Asep Saifuddin Chalim dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menggelar Buka Bersama dengan Harimau Mojokerto Nusantara (HMN), Minggu (3/4/2022) di Guest House Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC) Desa Bendunganjati Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Panglima Harimau Mojokerto Nusantara Endik Sugianto mengatakan, dalam kesempatan ini saya sampaikan, bahwa filosofi harimau itu bukan hewannya yang kita kenal tetapi filosofi Harimau itu adalah komunitas putra-putri wilwatikta yang masih punya hati nurani untuk berbagi, peduli bahwa bumi wilwatikta Mojokerto ini adalah bagian lahirnya NKRI.
“Mojokerto ini pernah menjadi wilayah yang layak dicontoh dunia. Semoga hari ini Mojokerto bisa kembali menjadi contoh-contoh dunia. Jadi harimau sebelum berkembang seperti ini, ada sejarah awal bagaimana Romo Kyai Asep beserta keluarga dan putra-putrinya itu kemudian dilamar untuk mendampingi Bupati menjadi Wakil Bupati Mojokerto,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, sebenarnya Gus Barra itu disiapkan untuk meneruskan KH. Asep untuk menjadi Ulama. Bukan menjadi Umaro’. Tapi karena ada mimpi 7 hari berturut-turut dari Ibunda Gus Barra yang selalu diikuti Harimau membawa bendera merah putih sebelum melahirkan Gus Barra, maka Ibunda Gus Barra merestui Gus Barra untuk menjadi Wakil Bupati Mojokerto.
“Tentu saja apa yang tersirat di Ilham itu Gus Barra memiliki talenta sebagai putra Negara, Putra perpaduan antara Majapahit dan Pajajaran untuk kembali ke bumi Mojopahit yang jika benar-benar amanah bisa menjadi pemimpin Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan, Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul, bisa bersama-sama berpartisipasi untuk membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih baik lagi. Apa yang menjadi usulan panjenengan, apa yang menjadi ide ide gagasan panjenengan, selama saya bisa mengakomodir bakal saya akomodir. Kalau tidak bisa untuk tahun ini ya tahun yang akan datang, kalau tidak bisa ya tahun-tahun berikutnya.
“Kita semua mencita-citakan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil, makmur ini segera terwujud. Semoga hal ini bisa segera tercapai. Total jumlah penduduk Kabupaten Mojokerto ada 1,3 Juta Penduduk. Hari ini adalah momentum silaturahim saya, karena saya tidak mungkin bisa mengunjungi semua penduduk Kabupaten Mojokerto sampai masa jabatan saya habis,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan pentingnya silaturahmi. Barangsiapa yang menginginkan dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya, maka hendaklah menyambung tali silaturahim. Saya mengucapkan Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin jika ada hal-hal kesalahan-kesalahan yang mungkin sengaja ataupun tidak saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
“Selama kita pernah bertemu, selama kita berinteraksi jika ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terakhir yang ingin saya sampaikan bahwasanya marilah kita isi momentum Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dengan memenuhi ibadah yang sebaik-baiknya sehingga kita kemudian mendapatkan nilai yang lebih. Semoga kita mendapatkan keberkahan pahala di bulan suci Ramadhan ini sehingga kita setelah proses bulan Ramadan ini menjadi orang yang fitrah,” harapnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep menjelaskan, kurang 15 menit lagi kita berbuka puasa. Begitu nanti adzan Maghrib dikumandangkan, kita makan kurma dulu 3 butir, kemudian minum air putih. Setelah itu salatnya di masjid kemudian kembali lagi kesini untuk berbuka puasa.
“Nanti waktu pulang Bapak Ibu semua bakal mendapatkan Beras 5 kilogram, sarung dan uang trasnport. Semoga nanti bisa berjalan dengan lancar dan tertib,” pungkasnya. (Jay)










