Ratusan Saksi Kasus TPPU MKP Berpotensi Menjadi Tersangka

Ratusan Saksi Kasus TPPU MKP Berpotensi Menjadi Tersangka

Majalahglobal.com, Surabaya – Sidang Kasus TPPU Mustofa Kamal Pasa (MKP) setidaknya mulai ada beberapa novum baru. Saat sidang kedelapan yang digelar pada Rabu (23/03/2022) di Pengadilan Tipikor Surabaya.

 

Penasihat Hukum MKP, Prof.Sidobuke, S.H, M.H. menegaskan, dakwaan Kasus TPPU klien saya kabur, jelas tertulis kliennya MKP merugikan Rp 43 miliar, sementara Jaksa KPK klaim Rp 68 Milliar, kemudian hari ini klaim Rp. 48 Miliar sedangkan Dana yang Mengalir untuk pemenangan Pilwali Mojokerto untuk membantu Adiknya MKP Ika Puspitasari hanya Rp 180 Juta bukan Rp 800 Juta yang selama ini beredar di pemberitaan media massa.

 

Dalam sidang kedelapan kemarin JPU KPK menghadirkan saksi-saksi kunci antara lain Yuliane Kabid. Mutasi BKD yang disebut sebagai “Pengepul” jual beli jabatan, Saksi Kunci Edy Catur Novianto Mantan Camat Gedeg yang menjadi pengepul dana bantuan Pilwali Mojokerto untuk pemenangan Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, Bambang Eko Wahyudi, Norman Handito dan pejabat lainnya.

 

Yuliane saat dicecar pertanyaan Jaksa KPK dan Pengacara MKP mengaku sejak ditugasi menjadi pengepul jual beli jabatan di BKD sebenarnya sudah ingin mengundurkan diri namun dipaksa oleh Atasannya mulai Kepalanya Mustakim, Teguh Gunarko hingga kini Susantoso,

 

“Maaf yang mulia sejujurnya sejak ditugasi pertama oleh Pak Kaban BKD, Pak Mustakim, kemudian Pak Teguh hingga Pak Susantoso saya selalu minta mundur dari Kasi Mutasi, namun saya kalah dengan perintah atasan, saya berhasil menyetor ke Pak Mustakim Rp 800 Juta, Pak Teguh Gunarko Rp 2,3 Milliar, Pak Susantoso sekitar 440 juta. Total Rp 3,795 miliar. Semua uang cash dan saya taruh dilaci meja kantor saya setelah yang berkepentingan dilantik baru uang saya setor dan serahkan ke Pak Kaban BKD bukan kepada Pak MKP,” jelasnya.

Baca Juga :  Kodim 0815/Mojokerto Gelar Apel Pengecekan Personel Paska Libur Lebaran

 

Sementara itu, Saksi Bambang Eko Wahyudi yang sekarang menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, saya bersaksi saya merupakan salah satu saksi saat itu yang memberikan uang langsung pada terdakwa MKP sebesar Rp. 2 miliar lebih. Semua dilakukan di rumah dinas Bupati MKP.

 

Sementara yang menarik publik khususnya warga Kota Mojokerto adalah kesaksian dari Mantan Camat Gedeg Edy Catur Novianto yang mengaku sebagai pengepul dana Pilwali untuk Ning Ita. Saat kesaksian pertama, dia merinci total bantuan Pilwali Kota Mojokerto untuk adik MKP-Ning Ita sebesar Rp. 800 Juta, namun dalam sidang kedua kemarin merevisi yang diterima selaku “Pengepul” Pilwali Kota Mojokerto hanya Rp. 180 juta.

 

“Benar Mas yang benar seperti kesaksian hari ini saya hanya menerima 15 Juta kali 12 Camat jadi totalnya hanya Rp. 180 Juta bukan Rp. 800 Juta,” ungkapnya saat diajak ngopi bareng sama media.

 

Dalam sesi wawancara dengan Pihak Penasihat Hukum MKP dan JPU KPK yang dilakukan Kelompok Kerja Wartawan Tipikor seusai sidang TPPU MKP, diperoleh kabar yang sangat mengejutkan bahwa kedua belah pihak sepakat Ratusan Pemberi dan yang terlibat kasus TPPU MKP sangat mungkin statusnya dinaikkan dari Saksi menjadi Tersangka dan dibutuhkan penyidikan lebih lanjut.

 

”Jelas dalam hukum Tipikor bahwa Penerima dan Pemberi bisa menjadi tersangka, selaku Pihak Team Pengacara MKP kami sepakat biar yang dirugikan tidak hanya klien kami, ratusan saksi tersebut harus disanksi dong,” tegas Sidobuke.

Baca Juga :  Sempat Viral di medsos,Pemudik ini akhirnya dapat Bantuan Dari Polres Mojokerto

 

Disisi lain, Kordinator Jaksa KPK Arif S.H, M.H. dalam sesi wawancara terakhir menggaris bawahi bahwa dakwaannya total Rp. 68 miliar, setidaknya Rp. 48 miliar yang sudah jelas kami temukan. Pihaknya masih menggali terus, menghitung aliran jual beli jabatan di Dinas Pendidikan yang terus bertambah, yang diperkirakan memang totalnya sekitar Rp. 68 miliar.

 

“Dakwaan Team Jaksa KPK bukan kabur, yang jelas saya temukan 48 Miliar, setelah kami memanggil saksi-saksi pasti akan terus naik seperti kesaksian Bu Ely dari Diknas tadi bertambah hampir Rp. 6 Miliar,” terangya.

 

Mengakhiri wawancara terakhir disinggung tentang tuntutan warga Mojokerto agar yang terlibat Kasus TPPU MKP disangsi dan harapan Pengacara MKP juga demikian, sekali tiga uang Jaksa KPK juga sepakat untuk melakukan peningkatan status saksi jadi tersangka baru.

 

”Team JPU KPK Sepakat dengan Tuntutan warga Mojokerto dan Penasehat Hukum Pak MKP, memang dalam kasus TPPU yang terlibat menerima dan yang memberi layak menjadi tersangka, ya jika pimpinan kami memerintahkan kami, ratusan saksi akan bisa menjadi tersangka” tegasnya. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *