Permainan Tradisional Bakal Warnai Festival Mojotirto

Permainan Tradisional Bakal Warnai Festival Mojotirto
Permainan Tradisional Bakal Warnai Festival Mojotirto

Mojokerto – Sebanyak 47 siswa perwakilan dari seluruh Sekolah Dasar Negeri di Kota Mojokerto akan turut meramaikan gelaran Festival Mojotirto pada Selasa pekan depan (22/3/2022). Hal tersebut diketahui saat pelaksanaan geladi hari ini, Jumat (18/3/2022).

 

Meskipun terpapar teriknya sinar matahari pagi, mereka tetap mengikuti setiap arahan yang diberikan dengan antusias. Terlebih ketika diminta memperagakan permainan tradisional yang akan ditampilkan, mereka tampak benar-benar hanyut dalam memainkan properti permainan yang disediakan panitia.

 

Termasuk Jose dan Gita, siswa-siswi kelas 3 SDN Wates 1 itu terlihat asyik memainkan biji-biji dakon di hadapan mereka. Sembari menunggu giliran bermain, Jose mengungkapkan perasaannya mengikuti kegiatan di area dekat bibir sungai Ngotok, di bawah Jembatan Rejoto itu. “Panas sih, tapi senang bisa sambil main-main gini”, ungkap anak laki-laki bernama lengkap Jose Sandy Pasalbessy itu.

Baca Juga :  PAD Kota Mojokerto Meningkat Signifikan

 

Gita yang tengah serius memasukkan satu persatu biji dakon ke dalam lubang dakon pun turut menyauti, “Iya, jarang main-main gini. Seru ternyata”, ucapnya. Anak perempuan bernama lengkap Gita Nur Maulani itu juga mengakui, meski mengetahui permainan dakon, ia sangat jarang memainkannya bersama teman-teman.

 

Selain dakon, sejumlah ragam permainan tradisional yang akan ditampilkan antara lain bola bekel, sonda, dan lompat tali. Sejumlah permainan tersebut memang diketahui semakin jarang dimainkan oleh anak-anak, seiring dengan kemajuan zaman. Dolanan yang banyak melibatkan aktivitas fisik dan interaksi langsung tersebut kian tergeser dengan permainan modern dan gadget.

 

“Jadi, ada anak-anak memainkan permainan tradisional ini untuk mengingatkan kembali tentang keberadaan permainan tradisional yang perlu untuk dilestarikan,” tutur Prastowo, salah satu penanggung jawab acara lapangan sekaligus anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, saat ditemui selepas geladi.

Baca Juga :  Atasi Masalah Sampah di TPS Benpas, Mas Pj Terjunkan Alat Berat dan Mesin Pengeruk

 

Terlebih, dengan melibatkan langsung anak-anak dalam memperagakan permainan tradisional tersebut, dapat memberikan pengalaman langsung betapa permainan tradisional sebenarnya tidak kalah menyenangkan. Sehingga, mereka tertarik kembali untuk memainkan permainan yang saat ini dikategorikan jadul tersebut.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *