Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus

 

SIDOARJO – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu ( TPST ) adalah tempat di laksanakan kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemprosesan akhir sampah, sehingga aman untuk di kembalikan ke media lingkungan.

Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus

Sampah jika dibiarkan saja akan mengganggu kebersihan lingkungan secara umum.

 

Sangat memprihatikan sekali kondisi TPST Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo yang terlihat begitu banyaknya sampah baik itu sampah Organik maupun An organik.

 

Tidak terurusnya TPST di Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo ini, tampak terlihat seperti kumuh dan juga bisa mengganggu kebersihan lingkungan atau juga mencemari lingkungan karena tidak diolahnya sampah tersebut.

Apalagi kondisi bangunan sudah roboh dan sangat mengkhawatirkan sekali bagi Bapak Kasdi (65) selaku pemilah sampah di sana.

Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus

Permasalahan sampah di Sidoarjo terus diurai oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali karena menjadi sebagai salah satu problem pelik yang harus segera mendapat solusi.

 

” Kami coba urai soal sampah ini. Ada dua strategi utama. Pertama, kita intervensi teknologi modern persampahan sehingga kerja pengolahannya lebih efektif, bagaimana di pilah, lalu dikonversi menjadi energi. Kita siapkan dalam jangka menengah,” Ujarnya.

 

Bapak Kasdi (65) warga wonoayu yang setiap hari mata pencaharian nya adalah memilah sampah. Sudah 5 tahun beliau memilah sampah di TPST Jimbaran Kulon Kecamatan wonoayu Kabupaten Sidoarjo ini.

Baca Juga :  Gus Muhdlor Gelar Open House untuk Masyarakat, 15.000 Porsi Makanan Disiapkan
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus

Saya di mintai tolong oleh Petugas DLHK yang turun di Lapangan untuk merawat atau memelihara TPST di sini. Karena dari pihak desa tidak ikut andil dalam perihal tersebut,”tuturnya

 

” Kalau badan saya sehat, shubuh saya sudah berangkat ke TPST ini dan siang harinya saya bakar sampah  yang di TPST Jimbaran Kulon ini.dengan mata pencaharian seperti ini, Sehari bisa saya dapatkan 30.000 itu hasil dari kumpulkan barang bekas maupun botol minuman plastik lalu kalau sudah banyak dijual disalah satu pengepul dan itupun paling banyak ,” terangnya

Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus

Kalau dilihat alat pembakar sampah ini , tidak rusak,tetapi uang dari mana saya untuk membeli elpiji, dan sebagainya pada akhirnya alat tersebut tidak terpakai dan sangat disayangkan sekali,” ungkapnya

 

Terkadang seminggu saya diberi 100.000/ sebulan 500.000 oleh Bapak Eko. Jadi ini bentuk inisiatif sendiri dari beliau,”terangnya

 

Akhirnya kami media Majalah Global melakukan tinjauan ke Pemerintah Desa. Untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut terkait TPST yang ada di Desa Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.

 

Pak Catur sebagai Perangkat Desa menyampaikan kendala perihal kepada karang taruna yang terkait dengan TPST di desa tersebut.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Sidoarjo Rela Antri Halal Bi Halal dengan Gus Muhdlor dan Ning Sasha
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus
Memprihatinkan Kondisi TPST Di Desa Jimbaran Kulon,Tidak Terurus

Saya sudah mengkondisikan, dan saya sudah berupaya supaya karang taruna ini maju dan mandiri. Saya siapkan modal dan saya bangunkan tempat kalau bersedia, supaya karang taruna ini mandiri dan punya kreatif dan tidak meminta – minta. Tapi sulit sekali untuk di arahkan. Dan sampai akhirnya TPST di Jimbaran Kulon ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa,”paparnya

 

Pak Edi selaku Bidang Pengelolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan memaparkan bahwa TPST sekarang menjadi wewenangnya desa untuk pemeliharaan terkait dengan sampah. Karena kita sudah mendapatkan surat edaran  pada Perbub nomer 2 tahun 2020.

Dan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan ( DLHK ) sudah mengordinasikan ke desa dan memberikan support kepada desa bagaimana terkait dengan TPST tersebut.(Ldya/mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *